Pelajar Puncak Keluar dari Zona Nyaman Lewat Festival Cahaya Kreasi Budaya 2026
- 25 Jun 2026 04:49 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pelajar di Papua Tengah, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta dari daerah pegunungan untuk memperoleh pengalaman baru dan memperluas wawasan.
Salah satunya dirasakan oleh kontingen Kabupaten Puncak yang mengirimkan 18 peserta untuk mengikuti seluruh kategori lomba yang dipertandingkan dalam festival yang berlangsung di Bandara Lama Nabire pada 24 hingga 27 Juni 2026.
Guru Pendamping Kabupaten Puncak, Rishayanti, mengatakan seluruh peserta yang dikirim merupakan gabungan dari SMA Negeri 1 Ilaga dan SMK Negeri 1 Ilaga.
Menurutnya, persiapan yang dilakukan para peserta terbilang singkat karena informasi mengenai pelaksanaan festival baru diterima kurang dari satu bulan sebelum kegiatan berlangsung.
Selain itu, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses persiapan. Di Kota Ilaga hanya terdapat satu SMA dan satu SMK, sementara sekolah-sekolah di distrik lain harus ditempuh melalui perjalanan udara.
Meski demikian, para pelajar tetap bersemangat mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan dalam Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026.
“Harapan kami, menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang lebih penting, festival ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk keluar dari zona nyaman mereka, melihat dunia luar, mengetahui apa yang sedang terjadi di luar daerah mereka, belajar dari pengalaman tersebut, lalu membawa pulang pengetahuan dan pengalaman itu untuk menjadi bekal di masa depan,” kata Rishayanti.
Semangat yang sama juga dirasakan Melvina Hagabal, siswi SMA Negeri 1 Ilaga yang mengikuti kategori fashion show dan vokal grup.

Melvina mengaku bersama rekan-rekannya menjalani berbagai persiapan sebelum berangkat ke Nabire, mulai dari latihan hingga menyiapkan kebutuhan perlombaan.
Perjalanan menuju lokasi kegiatan juga tidak mudah. Kontingen Kabupaten Puncak berangkat pada Sabtu dan baru tiba di Nabire pada Senin sore.
Namun, perjalanan panjang tersebut terbayar ketika para peserta dapat bertemu dan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
“Saya bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah di Papua Tengah. Tidak ada rasa persaingan yang berlebihan, justru saya merasa bahagia dan senang karena bisa mengenal teman-teman baru dari daerah lain,” ujarnya.
Bagi Melvina, Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar tahun ini menjadi pengalaman yang berkesan karena merupakan kali kedua dirinya mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menilai perlombaan yang digelar tahun ini lebih beragam dibanding pelaksanaan sebelumnya dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memberikan ruang bagi pelajar Papua Tengah mengembangkan bakat dan memperluas pergaulan.
“Harapan saya, semoga kami dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Selain itu, saya juga berharap festival ini terus dilaksanakan dan hadiah yang diberikan pada tahun depan bisa lebih besar lagi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....