Ratusan Mahasiswa Puncak Gelar Aksi di Nabire, Tuntut Penarikan TNI Non Organik

  • 27 Apr 2026 11:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) Nabire menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Siriwini, tepatnya di samping RSUD Nabire, Senin 27 April 2026 pagi. Sejak pukul 08.00 WIT, massa mulai berkumpul sambil membawa sejumlah baliho bertuliskan “Aksi Nasional Rakyat Papua Menggugat”.

Aksi ini merupakan bagian dari penyampaian aspirasi terkait situasi kemanusiaan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah pusat segera menarik TNI non organik dari wilayah konflik.

Mereka juga mendesak agar pelaku pembunuhan terhadap 10 warga sipil di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, segera diadili. Selain itu, massa menuntut DPR Papua Tengah dan DPR Kabupaten Puncak untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) guna menyelesaikan konflik sosial yang terjadi.

Mereka juga meminta pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera memenuhi hak-hak dasar para pengungsi secara terorganisir, sistematis, dan bertahap selama masa pengungsian.

Aksi ini dikoordinir oleh Tim Investigasi HAM Mahasiswa Puncak se-Indonesia. Sejumlah pernyataan sikap juga disampaikan massa dari berbagai titik kumpul di Nabire, termasuk di kawasan Siriwini.

Di lokasi aksi, aparat gabungan dari Polri, Brimob, dan TNI melakukan pengamanan sekaligus pendekatan humanis kepada massa. Aparat tidak mengizinkan massa melakukan long march menuju Kantor DPR Papua Tengah dengan pertimbangan menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Sebagai solusi, aparat memfasilitasi kendaraan truk untuk mengantar massa menuju lokasi tujuan agar aspirasi tetap dapat disampaikan secara langsung.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang penyampaian pendapat di muka umum, namun kegiatan long march dinilai berpotensi mengganggu kepentingan umum.

“Aspirasi tetap kami fasilitasi, tetapi tidak dengan long march. Kami siapkan kendaraan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah turut hadir mendampingi dan mengawal jalannya aksi guna memastikan berlangsung aman dan tertib.

Hingga berita ini diturunkan, penanggung jawab aksi masih melakukan komunikasi dengan massa di lokasi. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Siriwini terpantau tetap berjalan aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....