Pemerintah Daerah Dorong Investasi Berbasis Potensi di Papua Tengah

  • 10 Jun 2026 06:18 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menyiapkan fondasi baru pembangunan ekonomi daerah melalui pemetaan potensi unggulan dan penguatan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Kajian Potensi Ekonomi Papua Tengah yang dirangkaikan dengan penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah serta peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang di Aula RRI Nabire, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi KADIN Papua Tengah itu menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, koperasi hingga pelaku UMKM dalam menyusun strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di provinsi termuda di Tanah Papua tersebut.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Victor Fun menegaskan bahwa daerah ini memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua Tengah dinilai harus mampu diubah menjadi nilai tambah ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Victor, sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, energi, hingga pariwisata merupakan sektor unggulan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara terintegrasi.

"Papua Tengah memiliki kekayaan potensi yang luar biasa. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mengelolanya secara profesional, berkelanjutan, dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Victor dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan arah kebijakan yang jelas, didukung data yang akurat serta kajian yang komprehensif agar investasi yang masuk dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menetapkan Buku Potensi Ekonomi Daerah Papua Tengah sebagai dokumen strategis yang akan menjadi acuan pengembangan investasi dan pembangunan ekonomi daerah.

Buku tersebut memuat informasi lengkap mengenai potensi unggulan yang dimiliki setiap kabupaten di Papua Tengah, termasuk peluang investasi yang dapat dikembangkan oleh sektor swasta maupun pelaku usaha lokal.

Keberadaan dokumen itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan investor terhadap informasi yang akurat sekaligus menjadi sarana promosi daerah dalam menarik minat investasi baru.

Victor menilai bahwa kepastian data menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Karena itu, penyusunan kajian potensi ekonomi menjadi langkah awal untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran.

"Kita ingin pembangunan ekonomi Papua Tengah bertumpu pada data yang kuat sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.

Selain fokus pada investasi, seminar tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan sebagai pilar pembangunan daerah. Hal itu ditandai dengan peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang yang diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai sektor usaha.

Koperasi tersebut diproyeksikan membantu masyarakat dalam memperoleh akses permodalan, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah memandang koperasi sebagai instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di tengah tantangan pembangunan wilayah yang masih membutuhkan pemerataan akses ekonomi.

Victor menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi lembaga administratif semata, melainkan harus mampu hadir sebagai solusi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

"Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui koperasi, masyarakat harus memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi Papua Tengah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, dan menciptakan peluang usaha baru.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap program investasi dan pembangunan memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat Papua sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Victor juga mengajak seluruh elemen pembangunan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan transformasi ekonomi Papua Tengah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, koperasi, dan masyarakat.

Ia optimistis forum kajian ekonomi tersebut akan melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi pijakan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan kerja sama dan kolaborasi semua pihak, Papua Tengah memiliki peluang besar menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki," pungkasnya.

Seminar Kajian Potensi Ekonomi Papua Tengah diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai kebijakan pembangunan yang lebih terarah, sekaligus membuka jalan bagi masuknya investasi berkualitas yang mampu mempercepat transformasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....