Sebanyak 85 Siswa SD Inpres Kalibobo Lulus 100 Persen, Aset Masa Depan Papua Tengah
- 02 Jun 2026 22:39 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara penamatan, pengumuman kelulusan, serta pelepasan siswa kelas VI SD Negeri Inpres Kalibobo Nabire yang berlangsung pada Selasa 2 Juni 2026. Sebanyak 85 siswa kelas VI resmi dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan dasar mereka setelah menempuh proses belajar selama enam tahun. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, para pejabat pendidikan, Ketua Komite Sekolah, kepala sekolah se-Gugus I, orang tua siswa, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala SD Negeri Inpres Kalibobo Nabire, Yesaya Waroi, S.Pd., M.Pd., mengatakan tema yang diusung tahun ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi terbesar dalam menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses belajar mengajar, tetapi merupakan upaya membentuk karakter dan mengubah kehidupan seseorang ke arah yang lebih baik.
"Pendidikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita. Melalui pendidikan yang baik, mereka memiliki kesempatan untuk meraih pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mereka adalah aset orang tua, aset daerah, sekaligus aset bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan," ujar Yesaya Waroi.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka, termasuk memastikan kebutuhan gizi dan dukungan belajar tetap terpenuhi.
"Saya berharap orang tua terus menjaga pendidikan anak-anaknya. Siapa tahu 20 tahun mendatang dari anak-anak yang ada di sini akan lahir seorang bupati, pejabat daerah, atau tokoh yang membangun Papua Tengah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, S.Pd., MM, memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang dinilai berhasil membimbing peserta didik hingga menyelesaikan pendidikan dasar dengan baik.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan hasil kerja bersama antara guru, orang tua, dan masyarakat.
"Anak-anak yang dulu belum mengenal baca dan tulis kini telah memiliki banyak pengetahuan. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk terus mendukung pendidikan. Jangan hanya menyalahkan guru, tetapi mari melihat bersama apa yang perlu diperbaiki demi kemajuan sekolah," kata Dina Pidjer.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menghentikan pendidikan anak-anak mereka karena saat ini pemerintah telah memberikan kemudahan melalui program pendidikan gratis.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Sekolah Robertino Hanebora menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi para siswa selama enam tahun terakhir.
"Kami mewakili orang tua mengucapkan terima kasih atas dedikasi para guru yang telah membimbing anak-anak kami hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dasar. Jika selama ini ada kekurangan dari anak-anak kami selama berada di sekolah, kami juga memohon maaf," ujarnya.
Ketua Panitia Titus Kobogau dalam laporannya menjelaskan bahwa suksesnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik orang tua siswa, panitia, sekolah maupun para donatur yang turut membantu.
Pada akhir kegiatan, pihak sekolah menyerahkan Surat Keterangan Lulus (SKL), rapor, serta penghargaan kepada sepuluh siswa dengan prestasi terbaik. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan jamuan kasih sebagai bentuk syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan dasar mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....