Dukung Nelayan Pesisir, PTFI Lepas Bibit Ikan dan Kepiting Bakau di Mimika
- 02 Jun 2026 20:18 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya pada hari kamis 28 mei 2026, dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dengan melakukan pelepasan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 bibit kepiting bakau di Muara Tipuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Selasa 2 juni 2026
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan masyarakat Kamoro yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perikanan.
Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, mengatakan program restocking merupakan upaya menjaga keberlanjutan populasi ikan baramundi dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian penting bagi masyarakat pesisir Mimika.
"Program restocking merupakan upaya menjaga keberlanjutan populasi ikan baramundi dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian penting bagi nelayan dan masyarakat Kamoro di Mimika," ujar Gesang Setyadi.
Menurut Gesang, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian dan kerja sama antara PTFI dengan Universitas Papua (UNIPA) melalui survei perikanan yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan terhadap komoditas ikan dan kepiting. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Dalam kegiatan tersebut, Gesang Setyadi melakukan pelepasan simbolis 10.000 bibit ikan baramundi di Muara Tipuka. Selanjutnya, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, melakukan pelepasan simbolis 1.000 bibit kepiting bakau.
Setelah seremoni pelepasan simbolis, bibit ikan baramundi dan kepiting bakau diangkut menggunakan perahu menuju perairan Muara Tipuka untuk dilepaskan ke habitat alaminya. Bibit ikan baramundi tersebut didatangkan dari luar Papua guna meningkatkan populasi ikan di perairan pesisir Mimika.
Pelaksanaan restocking ini merupakan hasil kolaborasi antara PTFI dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika sebagai bentuk sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, mengapresiasi inisiatif PTFI yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.
"Kegiatan restocking ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI, termasuk rencana pengembangan program restocking untuk komoditas lain seperti ikan nila dan ikan mas," kata Clemens.
Pihak Gesang juga menambahkan bahwa selain menjaga keseimbangan populasi ikan dan kepiting, program ini juga merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban PTFI terhadap persetujuan teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2023. Sehingga dalam persetujuan tersebut, PTFI diwajibkan melakukan upaya peningkatan jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PTFI juga melibatkan sekitar 27 kontraktor lokal dari lima kampung pesisir, yakni Nayaro, Koprapoka, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka, untuk membangun struktur muara yang berfungsi mengendapkan sedimen sebelum dilakukan penanaman mangrove.
Hingga saat ini, PTFI telah melakukan penanaman mangrove di kawasan Muara Ajkwa dengan luas lebih dari 2.100 hektare. Sebelumnya, pada tahun 2025, PTFI juga telah melepas 10.000 anakan ikan baramundi dan 500 indukan kepiting bakau di Muara Ajkwa.
Program restocking tersebut direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen PTFI dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Papua Tengah sekaligus untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut dan pesisir.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....