Lulusan Gizi Papua Didorong Kembangkan Edukasi dan Pangan Lokal
- 23 Mei 2026 17:19 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Kebutuhan tenaga ahli gizi di Papua Tengah dinilai semakin penting seiring masih tingginya persoalan stunting dan gizi buruk di sejumlah wilayah. Kehadiran lulusan Sarjana Gizi diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menghadirkan edukasi pangan sehat berbasis potensi lokal masyarakat Papua.
Ketua STIKES Persada Nabire, Nur Indah Fitriana Ibrahim, mengatakan prospek kerja lulusan gizi saat ini sangat luas, terutama dengan meningkatnya kebutuhan tenaga ahli gizi di berbagai sektor pelayanan kesehatan maupun program pemerintah.
Menurutnya, kebutuhan tenaga gizi semakin terasa sejak hadirnya program pemberian makanan bergizi gratis yang membutuhkan sumber daya manusia di bidang gizi. Alumni STIKES Persada Nabire pun disebut telah bekerja di berbagai instansi mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga institusi kepolisian.
“Kami sebelum meluluskan mahasiswa itu ada program PKL, KKN dan juga magang di rumah sakit,” ungkapnya kepada tim LPP RRI Nabire, Kamis 21 Mei 2026..
Ia menjelaskan, mahasiswa dibekali pengalaman praktik langsung di puskesmas, rumah sakit, dan masyarakat agar siap terjun menangani persoalan kesehatan di lapangan. STIKES Persada Nabire juga menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi seperti dinas kesehatan, rumah sakit, distrik, hingga pemerintah kampung guna mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.

Program Studi S1 Gizi di STIKES Persada Nabire sendiri disebut menjadi salah satu program studi strategis di Tanah Papua yang fokus pada persoalan gizi masyarakat, khususnya gizi ibu dan anak.
Sementara itu, salah satu lulusan terbaik sekaligus Orang Asli Papua, Mia Mote mengaku ingin melanjutkan pendidikan melalui program LPDP untuk mendalami penelitian terkait stunting dan gizi buruk di Papua Tengah.
Menurut Mia, persoalan stunting di Nabire tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi faktor higienitas dan sanitasi lingkungan masyarakat.
“Ke depannya saya ingin memberikan edukasi lebih mendalam tentang gizi seimbang, higienitas, dan sanitasi supaya angka stunting dan gizi buruk bisa berkurang,” katanya.
Ia juga berharap generasi muda Orang Asli Papua dapat mulai mengembangkan pangan lokal menjadi makanan sehat dan bergizi yang lebih variatif serta bernilai ekonomi.
“Saya berharap teman-teman OAP juga bisa membuat produk yang membantu masyarakat Papua sendiri, khususnya makanan lokal Papua,” ujarnya.
STIKES Persada Nabire saat ini memiliki Program Studi S1 Gizi, S1 Administrasi Kesehatan, dan S1 Kesehatan Lingkungan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....