Solusi Papua Tengah untuk Anak Tidak Sekolah: Paparan Praktik Baik dan Strategi

  • 31 Mei 2026 21:31 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Papua Tengah menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai program strategis yang kini mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.

Data terbaru menunjukkan adanya penurunan jumlah ATS di Papua Tengah dari 205.764 anak pada 2024 menjadi 131.118 anak pada April 2026 berdasarkan data Dasbor Pendidikan Kemdikdasmen.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, SE menyebut penurunan ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan adalah kebijakan sekolah gratis yang mencegah angka putus sekolah serta mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Jika anak tidak putus sekolah, maka secara otomatis angka ATS akan terus menurun,” ujarnya.

Selain itu, program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dan pendidikan berbasis asrama juga dinilai efektif meningkatkan kehadiran dan kualitas belajar siswa di wilayah terpencil.

Pemerintah juga memperkuat distribusi guru melalui program Mapega untuk menjangkau daerah 3T yang selama ini mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Di sisi lain, penguatan kapasitas guru melalui PPG dan RPL terus didorong agar kualitas pendidikan semakin merata dan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....