Kelor Jadi Andalan Ketahanan Pangan, TP-PKK Mimika Tanam 400 Pohon di Nawaripi
- 09 Jun 2026 10:39 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika menggelar kegiatan penanaman serentak 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan stunting, peningkatan ketahanan pangan keluarga, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.Senin 08 juni 2026
Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Susana Suzy Herawati Rettob, didampingi Wakil Ketua TP-PKK Periana Kemong, mengatakan penanaman kelor merupakan program prioritas TP-PKK yang bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman bernilai gizi tinggi untuk kebutuhan keluarga. Program ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan TP-PKK Provinsi Papua Tengah yang diteruskan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Dalam sambutannya, Suzy menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, lingkungan merupakan penopang kehidupan yang menyediakan udara bersih, air, dan berbagai sumber daya alam yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Ia menjelaskan, pohon kelor dipilih karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daun kelor mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, dan protein yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan gizi tersebut menjadikan kelor sebagai salah satu tanaman yang berpotensi membantu menekan angka stunting di Kabupaten Mimika.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, kelor juga dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan. Menurut Suzy, pohon kelor dapat hidup di wilayah yang rawan banjir maupun daerah dengan cuaca panas. Dengan masa hidup yang panjang dan kemampuan menghasilkan daun sepanjang tahun, kelor dapat menjadi sumber pangan keluarga yang berkelanjutan.
TP-PKK Mimika memilih Kampung Nawaripi sebagai kampung percontohan untuk pengembangan tanaman kelor. Masyarakat tidak hanya diajak menanam, tetapi juga diberikan edukasi mengenai cara mengolah daun kelor menjadi berbagai produk pangan seperti sayur, puding, kue, hingga roti. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kelor sebagai sumber gizi bagi keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Suzy juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menyoroti masih banyaknya sampah plastik yang ditemukan di kawasan Nawaripi meskipun telah dilakukan kegiatan pembersihan sehari sebelumnya. Karena itu, masyarakat diminta membiasakan diri mengelola sampah dengan baik serta memanfaatkan keberadaan bank sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi.
Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan apresiasi kepada TP-PKK Mimika yang dinilai telah berperan aktif mendukung program pemerintah daerah. Menurutnya, gerakan penanaman 400 pohon kelor bukan hanya mendukung penghijauan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan keluarga dan ketahanan pangan. Ia bahkan mendorong pengembangan budidaya kelor dalam skala lebih besar karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga perawatan tanaman setelah ditanam. Ia meminta masyarakat Kampung Nawaripi menjaga dan merawat pohon kelor yang telah dibagikan agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Dari Kampung Nawaripi, Pemerintah Kabupaten Mimika sekaligus meluncurkan gerakan menanam pohon kelor yang diharapkan dapat diterapkan di seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Mimika.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....