Jalan Penghubung Mimika–Pegunungan Papua tengah Masih Terkendala Medan Berat
- 18 Mei 2026 10:30 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Kepala Dinas PUPR Papua Tengah, Ir. Yulianus Manuel Mambrasar, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah melakukan koordinasi terkait pembangunan akses jalan penghubung antarwilayah di kawasan pegunungan. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media.Pada Senin 18 mei 2026.
Menurut Yulianus, pemerintah saat ini sedang menjajaki kolaborasi pembangunan ruas jalan penghubung dari wilayah Timika menuju daerah pegunungan bersama sejumlah pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Tengah.
Ia menjelaskan, Bupati Deiyai dan Bupati Mimika telah melakukan pendekatan bersama pihak Balai Jalan Nasional guna mencari solusi percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Pasalnya, kondisi medan yang berat serta kebutuhan pembiayaan yang besar menjadi tantangan utama dalam pengerjaan proyek jalan tersebut.
Selain faktor medan dan anggaran, persoalan keamanan juga menjadi perhatian pemerintah. Namun demikian, para bupati di wilayah pegunungan disebut telah memberikan jaminan keamanan agar pembangunan jalan dapat terus dilanjutkan.
“Kalau akses ini sudah tembus, maka pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi akan jauh lebih cepat. Hasil bumi bisa lebih mudah dipasarkan dan anak-anak sekolah juga akan terbantu karena biaya transportasi dapat ditekan,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini masyarakat masih sangat bergantung pada transportasi udara dengan biaya yang mahal. Karena itu, pembangunan akses darat dinilai menjadi solusi penting untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan di Papua Tengah.
Yulianus mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Balai Jalan Nasional, masih terdapat sekitar 40 hingga 60 kilometer ruas jalan yang belum tersambung. Pemerintah juga berencana kembali melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi terkini pembangunan.
Menurutnya, proyek pembangunan jalan sebenarnya pernah dilaksanakan sebelumnya, namun terkendala faktor keamanan sehingga belum dapat diselesaikan secara maksimal. Saat ini pemerintah juga membahas penyambungan sejumlah jembatan agar akses transportasi darat dapat kembali dibuka.
Ia menambahkan, perjalanan dari Sugapa menuju sejumlah wilayah pegunungan saat ini masih membutuhkan waktu 4 hingga 6 jam menggunakan sepeda motor. Bahkan jika medan menanjak dan cuaca buruk, waktu tempuh bisa mencapai 9 hingga 12 jam. Dengan pembangunan jalan yang memadai, waktu perjalanan diharapkan dapat dipangkas secara signifikan.
“Kalau akses jalan ini terbangun, evakuasi pasien menuju rumah sakit yang representatif di wilayah pegunungan juga akan lebih mudah dilakukan,” pungkasnya.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....