Polres Nabire Amankan Pelajar - Pemuda usai Konvoi Kelulusan, Dua Orang Terluka

  • 04 Mei 2026 22:58 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Jajaran Polres Nabire mengambil langkah tegas dengan mengamankan lima pelajar dan dua pemuda yang terlibat dalam aksi konvoi kelulusan yang meresahkan, Senin 4 Mei 2026 malam. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, didampingi Kasat Reskrim Iptu Bogi Transtanto dan Kepala SPKT Polres Nabire, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIT setelah aksi konvoi melibatkan sekitar 50 hingga 70 orang pelajar dari tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Nabire.

Menurut Kapolres, sebelumnya pihak kepolisian telah berulang kali mengimbau agar tidak melakukan konvoi kelulusan secara berlebihan. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya menimbulkan insiden kecelakaan lalu lintas.

“Dari kejadian ini terdapat dua korban. Satu korban dari rombongan mereka sendiri mengalami luka robek pada kaki akibat terjatuh dari motor dan saat ini dirawat di RSUD. Sementara satu korban lainnya adalah pelajar SMP yang tertabrak rombongan konvoi,” ungkap Kapolres.

Aksi konvoi yang dinilai mengganggu ketertiban umum ini menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk melakukan pembubaran dan pengamanan terhadap para pelajar tersebut. Penertiban di lapangan dipimpin langsung oleh Wakapolres Nabire.

Kapolres menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk tindakan represif, melainkan upaya pencegahan demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih peduli terhadap anak-anaknya. Ini demi kepentingan publik agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga, serta mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian harta benda,” tegasnya.

Dalam proses penertiban, polisi juga menemukan sejumlah barang yang mencurigakan, di antaranya kendaraan tanpa dokumen lengkap, senjata tajam berupa parang, serta atribut berupa bendera Bintang Kejora. Selain itu, terdapat tulisan KNPB yang ditulis di seragam peserta konvoi.

Saat dimintai keterangan, para pelajar yang diamankan mengaku tidak memahami makna dari atribut tersebut dan menyebutkan bahwa benda-benda itu diberikan oleh orang yang tidak dikenal.

Sebagian besar pelajar yang diamankan berusia antara 18 hingga 20 tahun. Dari tujuh orang yang diamankan, dua orang di antaranya merupakan pemuda berusia di atas 20 tahun yang diduga memiliki kendaraan tanpa dokumen sah, bahkan ditemukan STNK yang bukan milik mereka.

Saat ini, para pelajar tersebut masih diamankan di Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada orang tua dan wali agar segera datang ke Polres Nabire untuk mendampingi serta memberikan pembinaan kepada anak-anak mereka.

Pantauan di lokasi, Kapolres Nabire terlihat melakukan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama para pelajar yang diamankan, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan edukasi.

Dimalam yang sama, orang tua dari seorang pelajar SMP datang menjemput dan memberikan nasehat langsung kepada yang bersangkutan dan disaksikan langsung Kapolres Nabire.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....