Public Speaking Jadi Senjata Baru Promosi Wisata Nabire

  • 29 Apr 2026 22:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Bidang Strategi dan Komunikasi Pemasaran menggelar diseminasi bertema “Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Public Speaking” di Auditorium LPP RRI Nabire.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku pariwisata, khususnya generasi muda dan konten kreator, dalam memasarkan destinasi wisata melalui teknik komunikasi yang efektif dan menarik.

Para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya penguasaan materi serta teknik penyampaian yang tepat agar pesan promosi dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Kepala Stasiun LPP RRI Nabire sekaligus narasumber, Surya S. Thalib, menjelaskan teknik dasar public speaking bagi pemula dalam mempromosikan pariwisata.

"Untuk pemula, yang paling penting adalah memahami materi yang akan disampaikan. Kalau sudah paham, penyampaian akan lebih lancar. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti agar pesan bisa diterima dengan baik. Untuk mengatasi gugup, kuncinya adalah persiapan dan percaya diri. Hindari pikiran negatif dan yakinkan diri bahwa kita mampu," terangnya pada Selasa 28 April 2026.







Selain materi dari narasumber, kegiatan ini juga mendapat respons positif dari peserta yang merasakan langsung manfaat pelatihan, khususnya dalam membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan publik.

Para peserta menilai kemampuan public speaking sangat penting dalam mendukung promosi potensi daerah, terutama di era digital saat ini.

Peserta seminar sekaligus konten kreator asal Nabire, Rahmat Chandra Purbawan, mengungkapkan manfaat materi public speaking bagi generasi muda.

“Setelah mengikuti materi hari ini, saya mendapatkan banyak sekali hal baru, terutama tentang pentingnya public speaking dalam membantu kita berkomunikasi, mengeksplor ide, dan mempromosikan potensi daerah. Untuk teman-teman konten kreator, khususnya generasi muda, sebenarnya untuk percaya diri itu tidak harus menunggu punya bakat. Yang penting adalah berani untuk memulai dan berlatig," jelas Chandra yang juga dikenal sebagai Kakak Huae Review.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku pariwisata dan generasi muda di Nabire mampu meningkatkan kemampuan komunikasi publik, sehingga promosi potensi daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berdampak luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....