Pemuda Katolik Papua Tengah Dorong Sinergi dan Perdamaian Lewat Rakerda I
- 25 Apr 2026 10:14 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi Papua Tengah secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I yang dipusatkan di Nabire, Jumat 24 April 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Mitra dengan Pemerintah” sebagai upaya memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Papua Tengah.
Rakerda dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii, yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.
Dalam sambutannya, Albertus Adii menegaskan bahwa Papua Tengah sebagai daerah otonom baru yang terbentuk pada tahun 2022 masih membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda.

“Papua Tengah merupakan daerah otonom baru yang terbentuk pada tahun 2022. Oleh karena itu, tentu masih membutuhkan kerja sama dari semua kelompok yang ada di Provinsi Papua Tengah, termasuk Pemuda Katolik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ke depan.
“Oleh karena itu, pemerintah mengajak kita semua untuk bersama-sama bersinergi dan membangun Provinsi Papua Tengah ini menjadi lebih baik ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker Pemuda Katolik Papua Tengah, Hendrikus Yeimo, menyampaikan bahwa raker ini tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga mendorong kerja sama lintas sektor.
“Kami juga fokus pada agenda internal organisasi, serta kerja sama dengan mitra, seperti Majelis Rakyat Papua. Misalnya, kami akan menggelar kegiatan kepemudaan seperti jambore lintas agama, dan juga kerja sama di bidang perkebunan untuk membantu distribusi alat dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini peserta yang hadir berasal dari sejumlah komisariat cabang, seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika, dan Puncak Jaya, dengan Nabire sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyalaan lilin sebagai simbol doa dan keprihatinan terhadap konflik berkepanjangan di Tanah Papua.
“Penyalaan lilin ini menjadi simbol doa dan keprihatinan kami terhadap konflik berkepanjangan di Tanah Papua. Kami mengenang para korban, baik masyarakat sipil, anak-anak, ibu-ibu, tenaga kesehatan, maupun guru yang terdampak,” jelasnya.
Pemuda Katolik juga mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan damai dan dialog.
“Kami berharap adanya solusi damai melalui dialog antara Jakarta dan Papua, serta pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik,” tambahnya.
Melalui Rakerda I ini, diharapkan lahir program-program strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta mendorong terciptanya perdamaian di Papua Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....