Keamanan Penerbangan di Nabire Jadi Tanggung Jawab Bersama
- 31 Agt 2026 19:48 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Douw Aturure Nabire merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi udara, bukan hanya pengelola bandara maupun maskapai.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Allrido Simanjuntak, dalam Rapat Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) UPBU Kelas II Douw Aturure Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Senin, 31 Agustus 2026.
Allrido mengatakan, rapat KKBU menjadi ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi konstruktif dalam memperkuat keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Douw Aturure Nabire.
Menurutnya, seiring perkembangan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, aktivitas dan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara turut meningkat. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan dan keselamatan penerbangan perlu terus diperkuat.
“Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari masyarakat di sekitar wilayah Provinsi Papua Tengah hingga para pimpinan daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan penerbangan,” ujar Allrido.
Ia menegaskan, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada UPBU maupun operator penerbangan. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri, operator penerbangan, ground handling, serta stakeholder lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan.
UPBU Dorong Perbaikan Pelayanan
Allrido mengatakan, UPBU Nabire terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki berbagai kendala yang masih ditemukan dalam operasional bandar udara.
Ia mengakui masih terdapat keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana. Karena itu, masukan dan koordinasi dari seluruh mitra kerja dinilai penting untuk mendukung upaya perbaikan tersebut.
“Kami sangat mengharapkan adanya masukan dan kesepakatan yang dapat kita sepakati bersama demi terwujudnya keamanan dan keselamatan penerbangan,” katanya.
KKBU Jadi Forum Identifikasi Potensi Gangguan
Ketua Panitia KKBU UPBU Kelas II Douw Aturure Nabire Tahun 2026, Aris Tandi Banga, mengatakan forum tersebut diselenggarakan sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan penyamaan persepsi antara seluruh unsur yang memiliki peran dalam penyelenggaraan keamanan penerbangan.
Menurut Aris, bandar udara merupakan salah satu objek vital yang membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai instansi dalam menjalankan operasionalnya.
“Melalui forum KKBU ini diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dalam mengidentifikasi berbagai potensi gangguan keamanan, membahas permasalahan yang ada, serta merumuskan langkah-langkah penanganan secara bersama-sama,” jelasnya.
Peserta kegiatan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI dan Polri, instansi terkait, penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, BMKG, Basarnas, Karantina, operator penerbangan, ground handling, serta stakeholder lainnya yang berkaitan dengan keamanan penerbangan.
Aris berharap koordinasi dan kerja sama yang terbangun melalui forum KKBU dapat semakin memperkuat keamanan Bandar Udara Douw Aturure Nabire. Dengan demikian, penyelenggaraan penerbangan dapat berlangsung secara aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....