Wabup Mimika Dorong Pendidikan Berkualitas lewat Kolaborasi di Lokakarya

  • 17 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi membuka dan menutup kegiatan Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlangsung selama tiga hari, 14 hingga 16 April 2026.

Kegiatan yang digelar oleh Keuskupan Mimika ini dibuka di Swiss-Belhotel Timika dan ditutup di Gedung Bobaigo.

Dalam sambutan pembukaan, Emanuel Kemong mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merefleksikan kembali kualitas pendidikan di masa lalu sebagai pijakan untuk memperbaiki masa depan.

Menurutnya, pendidikan di masa lalu justru dikelola dengan lebih baik meskipun dalam keterbatasan.

“Dulu, semua dikelola dengan penuh tanggung jawab meski dalam keterbatasan. Seharusnya, dengan fasilitas dan teknologi yang ada saat ini, kualitas pendidikan bisa jauh lebih baik,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai realitas di lapangan masih menunjukkan berbagai tantangan, khususnya bagi anak-anak asli Papua seperti dari Suku Amungme dan Kamoro, serta masyarakat pendatang.

Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Emanuel, memberikan apresiasi kepada Gereja Katolik yang telah mengambil inisiatif melalui lokakarya ini sebagai langkah konkret untuk mendorong perubahan di sektor pendidikan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha seperti PT Freeport Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Emanuel juga memaparkan visi pembangunan daerah dengan konsep “membangun dari kampung ke kota”.

“Istilahnya tinggal di kampung rasa kota. Artinya, masyarakat di pelosok tetap bisa menikmati pendidikan yang baik, layanan kesehatan, serta fasilitas yang memadai,” jelasnya.

Ia berharap hasil lokakarya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah.

Pada penutupan kegiatan, Emanuel Kemong kembali hadir memberikan sambutan sekaligus menutup lokakarya secara resmi dengan pemukulan tifa.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Bernadus Bofitwos Baru beserta jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ruang bersama untuk merumuskan masa depan pendidikan di Tanah Papua.

“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi proses memanusiakan manusia, membentuk karakter, dan menanamkan nilai bagi generasi masa depan,” ujarnya.

Emanuel juga menekankan pentingnya peran gereja dan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan pendidikan, terutama di tengah tantangan sosial dan perkembangan zaman.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh hasil diskusi dan rekomendasi dari lokakarya ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata.

“Harus menjadi gerakan bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta menghadirkan pendidikan yang adil dan inklusif,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan gereja dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan pendidikan di Mimika mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....