Temu Alumni Binterbusih ke-5 di Timika Perkuat Persaudaraan Sejati

  • 04 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika — Kabupaten Mimika menjadi tuan rumah pelaksanaan beda buku dan temu alumni ke-5 binaan Yayasan Binterbusih se-Papua Raya tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat, 4 September 2026, mengangkat tema "Persaudaraan sejati menembus gunung-gunung, lembah-lembah dan pesisir pantai menuju Papua yang damai, adil dan sejahtera."

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Bupati Kabupaten Deiyai Melkianus Mote, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Jaya Yubelina Enumbi, Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang, anggota DPR se-Papua Raya, Ketua YPMAK Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Lemasko Gregorius Okoare, Ketua Lemasa Menuel Jhon Magal, Direktur Yayasan Binterbusih Paskalis Abner, Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Paul Sudiyo serta para undangan dan alumni binaan Yayasan Binterbusih.

Ketua panitia yang juga merupakan alumni pertama Yayasan Binterbusih, Nenu Tabuni, mengatakan kegiatan tersebut telah dipersiapkan selama kurang lebih tujuh bulan oleh seluruh panitia.

"Selama tujuh bulan kami sudah bekerja maksimal hingga hari pelaksanaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 September dengan beberapa agenda utama," kata Nenu.

Ia menjelaskan, agenda kegiatan meliputi temu alumni dan bedah buku yang ditulis Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan doa dan misa bersama Uskup serta sharing bersama para alumni.

Menurut Nenu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum syukuran atas 50 tahun pengabdian Paul Sudiyo di Tanah Papua dalam mendidik generasi muda tanpa membedakan asal suku maupun wilayah.

"Beliau mendidik anak-anak Papua dari pesisir, pegunungan maupun lembah. Dari proses pembinaan tersebut, kami kemudian kembali dan banyak yang berhasil dalam berbagai bidang," ujarnya.

Nenu menyebutkan, alumni binaan Yayasan Binterbusih telah tersebar di enam provinsi di Tanah Papua dan berkiprah dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan, politik, perusahaan dan dunia usaha.

Karena itu, temu alumni ke-5 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas berbagai agenda strategis, termasuk rencana pembentukan organisasi alumni di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten.

"Harapan kami wadah ini dapat menjadi pusat komunikasi dan menjadi tempat untuk melihat sumber daya manusia Papua dalam rangka membangun Papua ke depan," katanya.

Ia menambahkan, para alumni juga diharapkan dapat membangun kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua.

Sementara itu, Direktur Yayasan Binterbusih Paskalis Abner mengatakan kegiatan tersebut merupakan launching sekaligus bedah buku kedua yang ditulis Paul Sudiyo.

Menurut Paskalis, kegiatan juga dirangkaikan dengan ibadah syukur atas 50 tahun karya Paul Sudiyo bagi generasi muda Papua serta syukuran atas usia ke-75 tahun Paul Sudiyo.

"Kami ingin para alumni terus mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan selama kuliah di Jawa bersama Binterbusih. Tetapi setelah kembali ke Papua, bagaimana peran serta alumni untuk menjadi mitra pemerintah sekaligus menjadi sarana untuk menggerakkan masyarakat," jelasnya.

Paskalis mengatakan Yayasan Binterbusih tetap berfokus pada pembinaan dan pendampingan generasi muda Papua yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Program pembinaan tersebut antara lain pelatihan kepemimpinan tingkat dasar, pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut, pelatihan kewirausahaan hingga persiapan memasuki dunia kerja bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan.

"Karena tantangan ke depan semakin sulit, maka kami harus terus berbenah, melakukan inovasi dan kreativitas serta membangun kemitraan dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini Yayasan Binterbusih telah menangani hampir seribu pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA hingga perguruan tinggi S1, S2 dan S3.

Paskalis berharap semakin banyak pemerintah daerah di Papua yang dapat membangun kerja sama dengan Yayasan Binterbusih dalam menyiapkan generasi muda Papua.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka kegiatan mengatakan temu alumni menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, berbagi pengalaman lintas profesi serta membangun komitmen bersama bagi kemajuan Papua.

"Saya berharap temu alumni ini memberikan hasil yang kemudian dapat memberikan rekomendasi kepada Yayasan Binterbusih maupun pemerintah di setiap daerah tentang bagaimana kita membangun Papua secara bersama-sama," kata Johannes.

Johannes menilai tema yang diangkat memiliki makna yang sangat dalam. Menurutnya, kondisi geografis Papua yang terdiri dari gunung, lembah, pesisir hingga pulau-pulau tidak boleh menjadi batas dalam membangun persaudaraan.

"Persaudaraan sejati tidak mengenal batas wilayah, tidak mengenal perbedaan bahasa, agama maupun latar belakang kita masing-masing. Justru perbedaan ini menjadi potensi bagi kita untuk membangun Papua," tegasnya.

Johannes juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan Papua.

"Biarlah kita punya uang banyak, hasil bumi yang begitu banyak, tetapi kalau SDM kita tidak punya, kita tidak bisa buat apa-apa," ujarnya.

Karena itu, Johannes mengajak para alumni yang telah berhasil di berbagai bidang untuk ikut mengambil peran dalam membina generasi muda Papua.

Ia meminta alumni tidak hanya menikmati keberhasilan untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompok, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Jangan kita untuk diri sendiri, jangan untuk kepentingan kita dan keluarga kita sendiri atau kelompok kita sendiri. Kita harus berhasil membawa manfaat untuk semua generasi yang ada di daerah kita masing-masing," katanya.

Johannes berharap temu alumni ke-5 tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan fisik semata, tetapi mampu menghasilkan persaudaraan yang semakin kuat serta meningkatkan semangat alumni untuk terus belajar, berkembang dan memberikan kontribusi bagi Tanah Papua.

"Mari kita menjembatani perbedaan, merawat persaudaraan, menjaga perdamaian dan menghadirkan harapan baru bagi Tanah Papua," pungkasnya.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....