Pramuwisata Mimika Didorong Miliki Kompetensi Sesuai Standar Nasional

  • 18 Sep 2026 10:00 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika menggelar pelatihan dan sertifikasi Tour Guide atau pramuwisata berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Jumat 18 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kanguru, Kabupaten Mimika, tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika.

Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob yang dibacakan pada kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pelatihan yang dinilai penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Mimika.

"Pelatihan sertifikasi Tour Guide berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kabupaten Mimika tahun anggaran 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata," demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kabupaten Mimika memiliki potensi pariwisata yang cukup beragam, mulai dari kekayaan alam, keunikan budaya, hingga berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Namun, potensi tersebut dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, mandiri dan profesional agar dapat dikelola secara maksimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Pariwisata yang berdaya saing membutuhkan dukungan sumber daya manusia pariwisata yang profesional, kompeten, berintegritas dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga menilai keberadaan pemandu wisata yang memiliki kompetensi menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Seorang pramuwisata tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan mengenai destinasi wisata, tetapi juga keterampilan, sikap kerja dan kemampuan berkomunikasi yang sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 35 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan praktis dalam menjalankan tugas sebagai pemandu wisata.

"Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan praktis dalam melaksanakan tugas sebagai pemandu wisata," ucapnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, peserta juga diharapkan mampu menjadi representasi daerah dalam memperkenalkan potensi alam dan budaya Mimika kepada wisatawan.

"Kita membutuhkan pariwisata yang mampu mengangkat potensi daerah, namun tetap menjadi representasi yang baik dalam memperkenalkan budaya Mimika," lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi, sehingga sektor pariwisata dapat berkembang secara profesional, ramah budaya dan memiliki daya saing.

Di akhir sambutan, seluruh peserta diminta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan serta keterampilan.

"Saya berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, aktif dan terbuka untuk belajar serta memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi," pesannya.

Dengan dilaksanakannya pelatihan dan sertifikasi berbasis SKKNI ini, pemerintah berharap para peserta dapat memenuhi standar kompetensi sebagai pramuwisata sekaligus ikut mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mimika.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....