Tanggapi Isu BBM dan WFH, Bupati Mimika Tekankan Stabilitas Daerah

  • 30 Mar 2026 03:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika— Dalam acara Ceremony Re-Operate Rute DJJ–TIM–DPS yang diselenggarakan oleh Garuda Indonesia pada Minggu, 29 Maret 2026 di Bandara Moses Kilangin Timika, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan tanggapannya terkait isu penghematan bahan bakar minyak (BBM) serta kebijakan Work From Home (WFH).

Dalam keterangannya, Johannes Rettob menegaskan bahwa hingga saat ini stok avtur untuk kebutuhan penerbangan di Timika masih dalam kondisi aman dan belum ada laporan kendala di lapangan.

“Untuk sementara masih aman sampai sekarang. Belum ada keluhan,” ujarnya kepada awak media.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kondisi ke depan belum dapat dipastikan sepenuhnya, mengingat adanya kemungkinan perubahan kebijakan terkait distribusi BBM.

Menurutnya, pengurangan kuota BBM bisa saja terjadi secara bertahap, terutama jika dipengaruhi oleh situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik yang berdampak pada pasokan energi.


Ia pun berharap kondisi global dapat segera kembali stabil sehingga tidak berdampak pada ketersediaan BBM, khususnya untuk sektor transportasi udara di daerah.

“Kita berdoa supaya damai, supaya kita semua aman,” katanya.

Terkait isu penerapan Work From Home (WFH), Rettob menilai kebijakan tersebut lebih cocok diterapkan di kota besar seperti Jakarta yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama WFH adalah untuk mengurangi penggunaan BBM dengan membatasi aktivitas perjalanan masyarakat sehari-hari.

Namun, untuk wilayah seperti Mimika, menurutnya kebijakan WFH tidak terlalu relevan karena tingkat mobilitas masyarakat tidak setinggi di kota besar.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar kebijakan-kebijakan seperti WFH tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama jika dikaitkan dengan isu kelangkaan BBM. (Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....