Disperindag Mimika Jelaskan Kenaikan Harga Cabai Rawit saat Idul Fitri

  • 26 Mar 2026 18:42 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, MIMIKA — Harga cabai rawit di Kabupaten Mimika mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.Di Pasar Sentral Timika, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, drh Sabelina Fitriani, bersama jajaran melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sentral, Kamis 19 Maret 2026.

Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa stok cabai rawit lokal sebenarnya masih melimpah seiring tingginya hasil panen petani. Namun, kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan dari luar daerah yang berani membeli dengan harga lebih tinggi.

Sabelina menjelaskan, banyak cabai rawit asal Timika dikirim ke luar daerah sehingga memengaruhi harga di pasar lokal. Kondisi ini membuat pedagang menyesuaikan harga jual di dalam daerah.

Pemerintah daerah melalui Disperindag akan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan.


Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah pembatasan pengiriman komoditas ke luar daerah, agar stok dan harga di pasar lokal tetap terjaga, tidak hanya untuk cabai rawit tetapi juga komoditas lainnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Sentral, Aldi, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut harga cabai rawit kini mencapai Rp120.000 per kilogram, naik dari Rp100.000 empat hari sebelumnya.

Selain cabai rawit, harga komoditas lain juga mengalami penyesuaian. Cabai keriting dijual Rp80.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp60.000 per kilogram, tomat Rp35.000 per kilogram, serta kol berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Adapun kentang dan wortel dijual Rp30.000 per kilogram, mentimun Rp15.000 per kilogram, serta jahe Rp10.000 per kilogram.

Disperindag Mimika juga menghimbau untuk masyarakat tetap mendukung produk lokal dan menjaga stabilitas pasar dengan pola konsumsi yang wajar, sehingga kebutuhan menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik dan suasana tetap kondusif.(SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....