Arus Balik Lebaran di Timika Capai 2.000 Penumpang
- 26 Mar 2026 13:43 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika — Kepala Cabang PT PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, menyampaikan bahwa arus mudik Lebaran Idul Fitri di wilayah Timika telah selesai dilaksanakan dengan lancar, pada hari Kamis 26 Maret 2026.
Arus mudik terakhir dilayani oleh KM Sirimau pada 19 Maret dan KM Tatamailau pada 20 Maret. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang diangkut selama periode mudik mencapai hampir 2.000 orang dari beberapa kapal yang beroperasi.
Sigit menjelaskan, untuk arus balik Lebaran diperkirakan mulai terjadi pada awal April, dengan puncaknya antara tanggal 3 hingga 10 April.
Sejumlah kapal telah dijadwalkan untuk melayani arus balik, di antaranya KM Tatamailau pada awal April, KM Sirimau pada 7 April, serta kapal perintis Sabuk Nusantara pada sekitar tanggal 5 dan 10 April.
Selain itu, PELNI juga memberikan stimulus berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen selama periode angkutan Lebaran. Diskon tersebut berlaku selama kuota masih tersedia. Hingga 21 Maret, sisa kuota diskon masih sekitar 28 persen dari total yang disediakan.
Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membeli tiket melalui kanal resmi. PELNI juga mengingatkan agar pembelian tiket dilakukan melalui aplikasi resmi PELNI Mobile guna menghindari penipuan.
Selain aplikasi, pembelian tiket juga dapat dilakukan melalui layanan mobile banking seperti Livin’ by Mandiri dan BRImo, sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi.
Untuk rute arus balik, KM Tatamailau akan berangkat dari Bitung, sementara KM Sirimau dari Kupang. Sementara itu, kapal KM Leuser direncanakan kembali melayani rute Timika pada pertengahan hingga akhir April setelah sebelumnya diperbantukan di wilayah Kalimantan dan Jawa.
Dari sisi jumlah penumpang, arus balik diperkirakan tidak jauh berbeda dengan arus mudik, yakni sekitar 2.000 penumpang. Namun, pada periode mudik lalu, kapasitas kapal masih belum terisi penuh meskipun telah diberikan dispensasi tambahan kapasitas hingga 30–40 persen.
Menurut Sigit, kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat Timika yang sebagian besar merayakan Natal dan Tahun Baru, sehingga tidak semua memilih untuk mudik saat Idul Fitri.
Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 7 hingga 8 persen atau sekitar 300 hingga 400 orang. PELNI pun mengapresiasi dukungan media dan seluruh stakeholder yang telah membantu menyosialisasikan jadwal dan ketentuan angkutan Lebaran sehingga berjalan lancar.(SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....