Jumat Agung di Katedral Tiga Raja Timika Berlangsung Khusyuk dan Penuh Makna
- 03 Apr 2026 17:17 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Ibadah Perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja, Timika, pada Jumat, 3 April 2026 berlangsung dengan khidmat. Ibadah Perayaan yang dilaksanakan satu kali pada pukul 15.00 WIT ini dipimpin oleh Pastor Benyamin Magai, Pr.
Ribuan umat memadati gereja untuk mengikuti misa yang menjadi puncak peringatan kasih Allah melalui peristiwa penyaliban Yesus Kristus di Golgota. Meskipun hujan mengguyur, antusiasme umat tidak surut untuk tetap hadir dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah.

Dalam liturgi Jumat Agung, umat diajak mengenang kisah sengsara dan wafat Tuhan melalui pembacaan Injil. Kisah tersebut menggambarkan perjalanan Yesus mulai dari masuk ke Yerusalem, Perjamuan Terakhir, doa di Taman Getsemani, hingga penangkapan akibat pengkhianatan Yudas.
Selanjutnya, Yesus dihadapkan pada pengadilan agama oleh Hanas dan Kayafas, serta pengadilan sipil oleh Pontius Pilatus dan Herodes. Ia kemudian mengalami penderitaan, mulai dari disiksa, dimahkotai duri, hingga memikul salib menuju Golgota.
Puncaknya, Yesus disalibkan dan wafat. Wafat-Nya dimaknai sebagai tanda solidaritas Allah terhadap penderitaan manusia, sekaligus sebagai kurban penebusan dosa dan simbol kasih yang tanpa batas.
Dalam homilinya, Pastor Benyamin Magai menekankan bahwa wafat Yesus merupakan bentuk pengorbanan demi kebenaran dan keselamatan umat manusia. Yesus hadir sebagai sosok pembaharu yang membawa perubahan, namun kehadiran-Nya justru dianggap mengganggu oleh para pemuka agama dan penguasa pada masa itu.
Ia juga mengajak umat untuk merefleksikan situasi dunia, termasuk di Tanah Papua, yang masih diliputi berbagai konflik. Menurutnya, banyak pertikaian terjadi akibat kepentingan pribadi maupun kelompok, yang berujung pada penderitaan manusia dan kerusakan lingkungan.
Pastor Benyamin menegaskan bahwa makna Paskah seharusnya menjadi momentum rekonsiliasi dan perdamaian. Umat diajak meneladani Yesus yang rela berkorban demi menghadirkan damai, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.

Rangkaian ibadah perayaan dilanjutkan dengan prosesi penghormatan atau penciuman salib yang berlangsung tertib. Setelah itu, umat mengikuti penerimaan komuni dan persembahan hingga ibadah berakhir dengan penuh kekhusyukan.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya ibadah perayaan jumat agung, aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, serta THS-THM Katedral Tiga Raja turut dikerahkan. Kehadiran petugas membantu mengatur arus umat dan mencegah terjadinya kemacetan di sekitar gereja.
Secara keseluruhan, perayaan Jumat Agung di Katedral Tiga Raja berlangsung aman, tertib, dan penuh makna, dengan partisipasi ribuan umat yang tetap setia mengikuti ibadah meski dalam kondisi cuaca hujan. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....