Deteksi TBC di Mimika Ditingkatkan Tiga Kali Lipat

  • 28 Feb 2026 19:51 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,MIMIKA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, S.Si., M.Epid., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan deteksi dan penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayah Mimika. Hal tersebut disampaikan Reynold saat ditemui awak media pada Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan telah meningkatkan target deteksi TBC hingga tiga kali lipat, yakni sekitar 50 ribu pemeriksaan. Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya dari sekitar 15 ribu pemeriksaan ditemukan lebih dari 2.000 kasus TBC, yang dinilai menjadi beban serius dalam pembangunan sektor kesehatan daerah.

Menurut Reynold, TBC menjadi salah satu indikator kunci dalam pembangunan Kabupaten Mimika. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memenuhi target program, sebab jumlah kasus yang ditemukan justru lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan.

Ia menyebutkan, jumlah deteksi kasus TBC di Mimika setiap tahun diupayakan mendekati pola penanganan malaria, yang rata-rata mencapai sekitar 10 ribu kasus. Dari upaya deteksi tersebut, capaian pemeriksaan bahkan bisa melampaui angka 11 ribu hingga 15 ribu, dengan jumlah kasus positif berada di kisaran lebih dari 2.000.

Karena itu, upaya peningkatan deteksi dini menjadi langkah penting. Reynold mengatakan, jika dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai sekitar 700 kasus per 100 ribu penduduk, angka TBC di Mimika masih tiga kali lebih rendah. Namun demikian, peningkatan deteksi tetap diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain fokus pada deteksi, Dinas Kesehatan juga menargetkan peningkatan keberhasilan pengobatan TBC. Secara nasional, tingkat keberhasilan pengobatan ditargetkan minimal 95 persen, sementara Kabupaten Mimika menargetkan 78 persen pada tahun 2025, dengan capaian sementara berada di angka 76,6 persen.

Untuk memutus rantai penularan, strategi yang dilakukan tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga memperkuat deteksi dini di masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penggunaan alat pemeriksaan sputum TB di kampung-kampung, sehingga sampel tidak perlu lagi dikirim ke kota.

Reynold mengaku bersyukur karena fasilitas pemeriksaan kini sudah tersedia dan dapat dioperasikan langsung oleh petugas kesehatan di lapangan. Dengan demikian, proses diagnosis dapat berlangsung lebih cepat dan efisien, terutama di wilayah terpencil.

Selain itu, program prioritas lainnya adalah peningkatan terapi pencegahan bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TBC. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit serta memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....