Manasik Haji Terintegrasi 2026 Mimika Fokus Ramah Lansia dan Difabel

  • 19 Feb 2026 20:42 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, MIMIKA – Kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika resmi ditutup pada Jumat 13 Februari 2026.

Kegiatan ini berada di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pelaksana Tugas (PLT) Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Abdul Syakir, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari.

“Alhamdulillah, pelaksanaan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten dan juga tingkat distrik atau kecamatan tahun 1447 H/2026 M telah selesai. Hari ini ditutup dengan materi praktik pelaksanaan umrah dan praktik pelaksanaan haji,” ujarnya.

Materi praktik tersebut dibimbing langsung oleh Ustaz Joko Prianto selaku pembimbing bersertifikasi. Pada sesi praktik umrah, para jamaah mempelajari dan mempraktikkan niat ihram, tawaf, sa’i, tahallul atau cukur, serta diskusi dan penguatan materi.


Sementara dalam praktik manasik haji, jamaah memulai dengan niat ihram menggunakan pakaian ihram, dilanjutkan praktik wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga rangkaian di Mina seperti lempar jumrah, tahallul awal dan tahallul sani. Rangkaian tersebut ditutup dengan praktik tawaf ifadah, sa’i, serta tawaf wada atau tawaf perpisahan.

Abdul Syakir menjelaskan, sebelumnya para jamaah juga telah mengikuti manasik tingkat nasional yang dibuka langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI secara daring melalui Zoom Meeting. Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik, mulai dari persiapan keberangkatan dari tanah air menuju Tanah Suci Mekkah dan Madinah hingga kembali ke Indonesia. Kegiatan ini turut melibatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) seperti Riski Barokah Zam-zam dan Babussalam.

Ia mengapresiasi antusiasme jamaah haji Kabupaten Mimika yang mengikuti kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan. “Walaupun kegiatan dimulai dari pagi sampai siang, semangat jamaah luar biasa. Hampir seluruh peserta hadir setiap hari, kecuali yang sakit,” katanya.

Dalam pesannya, Abdul Syakir mengingatkan agar jamaah tidak berhenti belajar meski manasik telah selesai. Ia mendorong jamaah untuk terus memperdalam pemahaman melalui buku panduan maupun media pembelajaran lainnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan stamina, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.


“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan saling tolong-menolong antarjamaah. Jamaah Kabupaten Mimika tahun 2026 harus tetap solid dan menjaga silaturahmi,” pesannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, pemateri dari kementerian dan organisasi kemasyarakatan, termasuk MUI, para pembimbing dari KBIHU seperti Baroka Zamzam dan Babussalam, serta dukungan media.

Adapun lokasi pelaksanaan manasik berlangsung di tiga tempat, yakni Aula MI/SD At-Taqwa di Jalan Patimura, Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan penutupan di Masjid Al-Azhar.

Dengan resmi ditutupnya kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kabupaten Mimika tahun 1447 H/2026 M siap secara ilmu, mental, dan fisik untuk menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....