Pemprov Papua Tengah Realisasikan Bantuan Kuliah Mahasiswa
- 30 Jan 2026 21:28 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kabar baik datang bagi ribuan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) di Papua Tengah. Beban biaya kuliah yang selama ini menjadi salah satu penghambat studi, kini mulai terjawab melalui realisasi bantuan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan total nilai anggaran sebesar Rp8.2 miliar.
Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, menilai program tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda Papua.
“Ini sangat membantu mahasiswa agar tetap fokus kuliah tanpa terbebani soal biaya,” ujar Petrus Tekege saat ditemui di Kampus USWIM Nabire, Rabu pagi (28/1/2026).
Menurutnya, bantuan yang mulai disalurkan sejak 27 Januari 2026 itu memberi dampak langsung terhadap kelangsungan studi mahasiswa, khususnya mereka yang berada di semester berjalan dan sedang aktif mengikuti perkuliahan.
Program bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley tersebut secara khusus menyasar mahasiswa semester ganjil, yakni semester 3, 5, dan 7.
Rektor menegaskan, dana bantuan ini tidak dimaksudkan untuk menutup tunggakan lama, melainkan sebagai stimulus agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu.
“Hari ini mahasiswa bisa lebih tenang, lebih fokus belajar, dan tidak lagi khawatir soal biaya semester berjalan,” jelasnya.
Dari total 1.967 mahasiswa penerima di USWIM Nabire, hingga hari ketiga penyaluran, sekitar 20 persen telah menerima bantuan sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Proses pencairan dilakukan secara bertahap berdasarkan fakultas dan program studi.
Tahap awal dimulai dari Fakultas Perikanan, Pertanian, dan Peternakan, kemudian berlanjut ke Program Studi Informatika dan fakultas lainnya hingga Februari 2026.
Meski pelaksanaannya bertepatan dengan masa libur akademik, pihak kampus memastikan penyaluran tetap berjalan sesuai mekanisme, mengingat program ini berkaitan langsung dengan pertanggungjawaban anggaran daerah.
Pihak USWIM berharap program bantuan pendidikan gratis ini dapat menjadi kebijakan berkelanjutan di setiap semester, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa di Papua Tengah.
“Kami di kampus akan mendorong mahasiswa memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan prestasi, kedisiplinan, dan kualitas akademik,” pungkas Petrus.
Program ini dinilai menjadi langkah strategis Pemprov Papua Tengah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Papua Tengah Terang 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....