BRIDA Mimika Siap Beroperasi, Hadirkan Layanan di MPP
- 27 Jan 2026 20:05 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika terus mematangkan persiapan operasional sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menyampaikan bahwa BRIDA akan memanfaatkan eks Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman di Gedung D lantai 2 sebagai kantor sementara.
“Kami sudah melapor kepada pimpinan dan telah diizinkan menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah, sehingga tidak perlu lagi menyewa gedung. Minggu ini kami fokus pada persiapan dan pembersihan ruangan,” kata Slamet Sutejo.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini BRIDA Mimika masih dijalankan oleh dua orang, yakni Plt Kepala dan Plt Sekretaris, namun proses pembentukan dan penataan organisasi tetap berjalan. Ditargetkan, pada awal Februari 2026 BRIDA sudah dapat mulai berkantor dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, BRIDA Mimika juga akan bergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kehadiran layanan BRIDA di MPP dinilai penting untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan riset dan inovasi daerah.
“BRIDA hadir tidak hanya sebagai badan administratif, tetapi juga memberikan pelayanan inovasi, pendampingan bagi stakeholder eksternal, OPD, serta masyarakat, termasuk pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelasnya.
Slamet Sutejo menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kesbangpol untuk mengintegrasikan pelayanan izin penelitian. Ke depan, seluruh proses perizinan riset dan penelitian, termasuk bagi mahasiswa dan pelajar, direncanakan akan dilayani melalui satu pintu oleh BRIDA.
Secara struktur organisasi, BRIDA Mimika merupakan OPD tipe C dengan eselon II, terdiri dari satu sekretariat, dua subbagian, serta dua bidang utama, yakni Bidang Penelitian dan Pengembangan serta Bidang Riset dan Inovasi Daerah, yang masing-masing membawahi tiga subbidang.
“Dengan struktur yang sederhana ini justru kami ingin bekerja lebih maksimal. BRIDA harus mampu menjawab kebutuhan Mimika, tidak hanya lima tahun ke depan, tetapi juga 10 hingga 20 tahun mendatang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar hasil kajian dan penelitian tidak hanya menjadi dokumen, tetapi dapat diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Riset harus inovatif, praktis, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkas Slamet Sutejo.
Peluncuran awal layanan BRIDA Mimika dijadwalkan berlangsung pada Selasa siang dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Mimika. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....