Forum Anak Kabupaten Mimika Siap Perjuangkan Hak dan Suara Anak

  • 03 Jun 2026 20:01 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Pemenuhan Hak Anak pada lembaga pemerintah, non-pemerintah, media, dan dunia usaha, Rabu 03 Juni 2026, di Hotel Kangguru Timika.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Mimika ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang hak-hak anak sekaligus memperkuat peran Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah.

Peserta berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 4 Mimika, SMP Negeri 7 Mimika, SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 6 Mimika, SMK Negeri 2 Mimika, SMK Negeri 3 Mimika, SMK Petra, SMP YPK Ebenhaezer, SMP Negeri 1 Kuala Kencana, serta YPJ Kuala Kencana yang didampingi para guru pendamping.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak dan memberikan ruang partisipasi bagi anak-anak dalam proses pembangunan.

Menurut Johannes, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental maupun sosial.

“Anak-anak harus dikasihi, dihargai dan dihormati. Mereka merupakan tunas bangsa yang memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan daerah dan negara,” ujar Fransiskus saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa Forum Anak merupakan wadah yang memungkinkan anak-anak menyampaikan aspirasi, pandangan, serta kebutuhan mereka kepada pemerintah. Melalui forum tersebut, anak-anak dapat terlibat dalam berbagai proses perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, mengatakan bahwa Forum Anak yang telah terbentuk beberapa tahun lalu akan direvitalisasi dengan kepengurusan baru karena sebagian pengurus sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan studi di luar daerah.

“Forum anak ini akan direvisi kembali kepengurusannya. Nantinya mereka akan menyusun program kerja dan menyampaikan berbagai kebutuhan serta aspirasi anak kepada pemerintah daerah,” jelas Yohana.

Ia menambahkan, Forum Anak memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor dalam memperjuangkan hak-hak anak, termasuk hak memperoleh akta kelahiran, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.

Dalam kesempatan yang sama, Perencana Ahli Madya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Eti Sri Nurhayati, menegaskan bahwa keanggotaan Forum Anak harus bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh anak, termasuk anak-anak di wilayah pesisir, daerah terpencil, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), maupun anak-anak yang rentan dan termarginalkan.

“Forum anak menjadi sarana bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, pandangan dan pendapat mereka agar dapat diakomodasi dalam kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak,” kata Eti.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual, masih menjadi persoalan utama secara nasional. Karena itu diperlukan penguatan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pola pengasuhan berbasis hak anak dan disiplin positif tanpa kekerasan.

Menurut Eti, seluruh pihak memiliki tanggung jawab dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi dan memberikan perlindungan terhadap anak yang mengalami kekerasan maupun penelantaran.

Kegiatan sosialisasi ditutup oleh Kepala Seksi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Fince Kambuaya. Ia berharap para guru pendamping dapat terus mendukung proses pembentukan kepengurusan Forum Anak yang baru serta membimbing anak-anak dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Salah satu peserta dari SMP Negeri 4 Mimika, Elisabet, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Forum Anak menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka.

Ia mengaku pernah mengalami perundungan karena warna kulit dan kemampuan belajarnya. Namun pengalaman tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Pesan saya kepada teman-teman, jangan takut untuk berbicara. Berani menyampaikan apa yang dirasakan itu penting agar masalah yang dihadapi bisa diketahui dan dicari solusinya,” ujar Elisabet.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Forum Anak dapat kembali aktif sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak demi terwujudnya Kabupaten Mimika yang ramah anak.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....