Jejak Masa Lalu, Inspirasi Masa Depan: Memaknai Hari Purbakala Nasional

  • 14 Jun 2026 12:36 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Purbakala Nasional diperingati setiap tanggal 14 Juni sebagai momentum untuk mengenang sejarah pelestarian warisan budaya dan arkeologi di Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga peninggalan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas serta perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Penetapan tanggal 14 Juni berkaitan dengan berdirinya lembaga kepurbakalaan pertama di Nusantara pada tahun 1913 oleh pemerintah kolonial Belanda. Lembaga tersebut dikenal dengan nama Oudheidkundige Dienst atau Dinas Purbakala yang bertugas melakukan penelitian, pendokumentasian, serta perlindungan terhadap berbagai peninggalan sejarah dan arkeologi yang tersebar di wilayah Hindia Belanda.

Pembentukan lembaga tersebut menjadi tonggak awal pengelolaan dan pelestarian benda-benda purbakala secara lebih terstruktur. Pada masa itu, berbagai situs bersejarah, candi, prasasti, serta artefak peninggalan kerajaan-kerajaan kuno mulai didata dan diteliti untuk memahami sejarah serta perkembangan peradaban di Nusantara.

Seiring berjalannya waktu, lembaga kepurbakalaan mengalami berbagai perubahan mengikuti perkembangan pemerintahan Indonesia. Setelah kemerdekaan, upaya pelestarian warisan budaya terus dilanjutkan oleh pemerintah melalui berbagai institusi yang kini berada di bawah naungan kementerian terkait kebudayaan. Berbagai regulasi juga diterbitkan untuk melindungi benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, maupun kebudayaan.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan arkeologi sangat beragam. Berbagai peninggalan sejarah tersebar dari Sabang hingga Merauke, mulai dari situs prasejarah, candi-candi Hindu-Buddha, peninggalan kerajaan Islam, hingga warisan budaya kolonial. Kekayaan tersebut menjadi sumber pengetahuan yang membantu masyarakat memahami kehidupan manusia pada masa lampau.

Hari Purbakala Nasional tidak hanya menjadi ajang mengenang berdirinya lembaga kepurbakalaan pertama, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelestarian situs dan benda bersejarah agar tidak rusak, hilang, atau diperjualbelikan secara ilegal.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal sejarah bangsanya dengan mengunjungi museum, situs cagar budaya, maupun mengikuti berbagai kegiatan edukasi yang berkaitan dengan arkeologi dan sejarah. Generasi muda juga didorong untuk ikut berperan dalam melestarikan peninggalan leluhur sebagai sumber pembelajaran bagi masa kini dan masa depan. (Falen Nelwan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....