Sejarah Hari Kebangkitan Nasional, Awal Bangkitnya Persatuan Indonesia

  • 23 Mei 2026 14:44 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Bangsa Indonesia setiap tanggal 20 Mei memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Peringatan ini menjadi momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa karena menandai lahirnya kesadaran nasional untuk bersatu melawan penjajahan.

Hari Kebangkitan Nasional berawal dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi tersebut didirikan oleh para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia dengan tokoh utama Dr. Soetomo. Kehadiran Budi Utomo menjadi awal munculnya gerakan modern yang memperjuangkan kemajuan bangsa melalui pendidikan dan persatuan.

Sebelum masa itu, perjuangan rakyat Indonesia masih bersifat kedaerahan dan dilakukan secara terpisah. Namun, lahirnya Budi Utomo membawa perubahan besar dalam pola perjuangan masyarakat. Organisasi ini menanamkan semangat bahwa rakyat Indonesia harus bersatu demi mencapai cita-cita kemerdekaan.

Tokoh lain yang turut berperan dalam lahirnya semangat kebangkitan nasional ialah Dr. Wahidin Sudirohusodo. Ia dikenal aktif memperjuangkan pentingnya pendidikan bagi masyarakat pribumi melalui gagasan dana pendidikan atau Studiefonds. Pemikirannya kemudian menginspirasi para pelajar STOVIA untuk membentuk organisasi pergerakan nasional.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Peringatan tersebut bertujuan untuk memelihara semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Hingga kini, makna Hari Kebangkitan Nasional tetap relevan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat kebangkitan diharapkan menjadi dorongan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional, generasi muda diharapkan dapat melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu dengan terus berkarya, menjaga persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (Falen Nelwan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....