Stok Beras Nasional Aman, Kementan Siap Hadapi El Nino

  • 31 Mei 2026 16:34 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan. Ketersediaan pangan tersebut dinilai cukup untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Melansir dari Bloomberg Technoz, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari stok yang tersimpan di Bulog, tanaman padi yang masih berada di lahan dan akan segera dipanen, serta beras yang telah beredar di masyarakat.

Menurut Sudaryono, besarnya cadangan tersebut membuat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi terjadi hingga enam bulan ke depan. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan, berdasarkan sejumlah proyeksi, dampak El Nino diperkirakan paling kuat terjadi pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak fenomena berlangsung pada Agustus. Namun, pemerintah optimistis stok pangan yang tersedia mampu menghadapi skenario terburuk sekalipun.

"Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat," kata Sudaryono dalam keterangan resminya, Minggu 31 Mei 2026.

Selain menjaga ketersediaan stok pangan, pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian. Langkah tersebut dilakukan melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan.

Sejak tahun 2024, Kementerian Pertanian telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke sejumlah daerah di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada luas tanam yang dilakukan petani. Karena itu, pemerintah terus memastikan kebutuhan produksi seperti air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi dengan baik.

Ia menambahkan, semakin luas area tanam yang dikelola petani, maka semakin besar pula potensi hasil panen yang dapat diperoleh. Upaya tersebut menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.

"Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya," ujar Sudaryono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....