Airlangga Pastikan Ekspor Feronikel Tak Ganggu Ekosistem EV

  • 31 Mei 2026 20:13 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ekspor feronikel tidak akan mengganggu pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional yang sedang dibangun pemerintah.

Melansir dari Bloomberg Technoz, Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan pengaturan ekspor feronikel justru merupakan bagian dari penataan hilirisasi nikel yang lebih terstruktur tanpa menghambat rantai pasok industri baterai EV.

Airlangga Hartarto menyebut feronikel merupakan produk tahap awal dalam rantai industri nikel, sementara fokus utama ekosistem EV berada pada produk bernilai tambah lebih tinggi seperti prekursor, katoda, dan anoda.

Ia menegaskan bahwa pengembangan industri EV nasional tidak bergantung langsung pada feronikel, karena material tersebut lebih banyak digunakan dalam industri baja nirkarat dibandingkan baterai kendaraan listrik.

Dalam skema baru, ekspor feronikel akan melalui mekanisme satu pintu yang dikelola oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan ekspor komoditas strategis.

Airlangga juga menekankan bahwa langkah tersebut tidak mengubah arah besar kebijakan hilirisasi yang tetap mendorong pengembangan industri baterai EV dari tahap hulu hingga hilir.

Sementara itu, pemerintah tetap mendorong investasi pada rantai pasok EV, termasuk pengolahan nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai melalui proses hidrometalurgi.

Di sisi lain, industri nikel masih menunggu kepastian teknis terkait klasifikasi produk yang wajib melalui PT DSI, khususnya perbedaan antara feronikel dan nickel pig iron dalam aturan ekspor baru.

Dengan penataan kebijakan tersebut, pemerintah berharap pengelolaan ekspor nikel dapat lebih transparan, meningkatkan penerimaan negara, serta tetap menjaga daya saing industri di pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....