Aspermigas Nilai Target Lifting Migas 2027 Masih Stagnan
- 31 Mei 2026 20:04 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai target lifting migas Indonesia dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 masih menunjukkan stagnasi dibandingkan target tahun-tahun sebelumnya. Melansir dari Bloomberg Technoz, Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menyebut kondisi ini mencerminkan lemahnya aktivitas eksplorasi serta pengembangan wilayah kerja migas baru di Indonesia.
Menurut Moshe, target lifting minyak sebesar 602.000–615.000 barel per hari dan gas 934.000–977.000 barel setara minyak per hari belum menunjukkan lompatan signifikan untuk memperkuat sektor hulu migas nasional.
Ia menilai investasi hulu migas sempat membaik pascapandemi Covid-19 pada 2022, namun kembali melemah akibat inkonsistensi kebijakan yang berdampak pada minat investor.
Moshe juga menyoroti bahwa sejumlah perusahaan migas global masih melihat Indonesia sebagai pasar potensial, tetapi realisasi investasi belum optimal dibandingkan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, ia menilai hambatan nonteknis seperti perizinan yang kompleks, revisi regulasi yang belum tuntas, hingga ketidakpastian kebijakan turut menjadi faktor penghambat utama.
Di sisi lain, data pemerintah menunjukkan target lifting minyak nasional tahun 2026 berada di level 610.000 barel per hari dengan lifting gas 984.000 barel setara minyak per hari, sementara investasi hulu migas ditargetkan mencapai US$16 miliar.
Realisasi investasi migas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang fluktuatif, dengan capaian tertinggi pada 2025 mencapai hampir US$18 miliar, namun tren tersebut dinilai belum cukup untuk mengejar kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....