Gelar Seminar Kebangsaan, Gubernur Papua Tengah Apresiasi BMP Papua Tengah

  • 29 Apr 2026 12:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPD Barisan Merah Putih Papua Tengah atas terselenggaranya Seminar Wawasan Kebangsaan dengan Tema " Bergabungnya kembali Papua dalam bingkai NKRI, Bersatu dalam keberagaman, kuat dalam kebangsaan" Rabu, 27 April 2026.

Momentum ini sangat tepat, karena bertepatan dengan momentum refleksi sejarah 1 Mei 1963, saat dimulainya babak baru pembangunan dan titik awal tanggung jawab administratif, yang saat ini harus kita wujudkan dalam bentuk pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten 1 Setda, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alantino Wiyai, saat hadir dan membuka seminar wawasan kebangsaan di Auditorium LPP RRI Nabire, Jalan Merdeka.

Dijelaskan, tema yang di angkat ini merupakan refleksi sejarah dan komitmen kebangsaan. Persatuan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang, baik melalui jalur diplomasi, tekanan politik, maupun operasi militer.

"Melalui kegiatan ini, ada beberapa hal penting yang perlu kita perkuat bersama antara lain Pertama, menyegarkan ingatan kolektif bangsa, agar kita tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu dalam menjaga keutuhan NKRI. Kedua, memberikan edukasi kepada generasi muda, agar memahami proses sejarah secara utuh dan tidak terputus dari identitas kebangsaan dan Ketiga, memperkuat semangat nasionalisme, bahwa di tengah keberagaman, kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pemikir. Manfaatkan forum ini untuk menggali pengetahuan, berdiskusi secara kritis, dan memahami dinamika sosial serta geopolitik yang membentuk Papua hari ini.

"Kita tidak boleh berhenti pada memahami sejarah, tetapi harus melangkah lebih jauh dan menjadikan sejarah sebagai dasar untuk membangun masa depan Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....