IBM Bocorkan Lima Tren AI Tahun 2026

  • 13 Des 2025 21:43 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Perusahaan teknologi global International Business Machines (IBM) memproyeksikan lima tren utama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diperkirakan berkembang pada 2026 mendatang. Tren tersebut mencakup AI berdaulat hingga pemanfaatan teknologi kuantum untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

General Manager & Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, mengatakan perkembangan AI ke depan akan semakin menekankan aspek kedaulatan data, kepercayaan, serta skalabilitas teknologi.

“Lima tren yang kami lihat meliputi AI berdaulat, AI sebagai pengganda pertumbuhan, interoperabilitas agen dalam skala besar, trusted AI, serta keunggulan kuantum,” ujar Catherine Lian di Kantor IBM Indonesia yang dikutip dari Bloomberg Technoz.

Menurutnya, tren AI berdaulat menjadi perhatian utama. IBM memproyeksikan pada 2027 sekitar 80 persen organisasi multinasional di kawasan Asia Pasifik akan menerapkan strategi pengelolaan data secara mandiri, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data dan kedaulatan digital.

IBM juga memprediksi pasar layanan komputasi awan di kawasan Asia Pasifik akan tumbuh pesat. Nilai pasar cloud diperkirakan meningkat lebih dari empat kali lipat, dari 37 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 169 miliar dolar AS pada 2028.

“Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tercepat yang pernah kami lihat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Lian.

Selain itu, pengeluaran pada sektor industri yang diatur ketat seperti perbankan diproyeksikan melonjak signifikan. IBM memperkirakan belanja teknologi di sektor ini meningkat hampir lima kali lipat, dari sekitar 14 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 66 miliar dolar AS pada 2028.

Meski demikian, Lian menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam adopsi teknologi. Menurutnya, kedaulatan digital perlu menjadi perhatian di tingkat manajemen puncak, termasuk melalui penerapan komputasi awan hibrida serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia.

“Kolaborasi strategis dan penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi kunci agar teknologi kedaulatan dapat diimplementasikan secara optimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....