Penularan HPV Berjalan Dua Arah, Pria juga Berperan dalam Penyebaran Virus
- 30 Sep 2026 19:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Human papillomavirus atau HPV selama ini sering dikaitkan dengan kanker serviks pada perempuan. Namun, penularan HPV sebenarnya dapat terjadi dua arah antara pasangan, sehingga pria juga memiliki peran dalam rantai penyebaran virus tersebut.
HPV merupakan infeksi yang sangat umum dan dapat menular melalui kontak kulit-ke-kulit yang intim, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Seseorang juga dapat menularkan HPV meskipun tidak mengalami gejala apa pun.
Pria Bisa Menularkan HPV kepada Pasangan
Infeksi HPV tidak hanya berpindah dari perempuan kepada laki-laki. Penelitian pada pasangan heteroseksual menunjukkan adanya penularan dari laki-laki kepada perempuan maupun sebaliknya. Artinya, pria yang terinfeksi HPV dapat menjadi bagian dari rantai penularan kepada pasangannya.
Yang menjadi tantangan, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala. Seseorang dapat membawa virus tanpa mengetahui dirinya terinfeksi. Karena itu, keberadaan HPV pada pasangan juga tidak secara otomatis menunjukkan kapan atau dari siapa infeksi pertama kali berasal. CDC menegaskan bahwa pasangan seksual cenderung berbagi HPV dan sumber awal infeksi sering kali tidak dapat ditentukan.
HPV Juga Berdampak pada Kesehatan Pria
HPV bukan hanya masalah kesehatan perempuan. Infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan beberapa jenis kanker pada laki-laki, termasuk kanker penis, anus, serta kanker orofaring atau bagian belakang tenggorokan. HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin.
Kondisi ini membuat pencegahan HPV perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya dibebankan kepada perempuan.
Vaksinasi Menjadi Salah Satu Upaya Pencegahan
Salah satu langkah pencegahan yang tersedia adalah vaksinasi HPV. CDC merekomendasikan vaksin HPV secara rutin untuk anak laki-laki dan perempuan usia 11–12 tahun, dan vaksinasi dapat dimulai sejak usia 9 tahun. Bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap, rekomendasi catch-up berlaku hingga usia 26 tahun; untuk sebagian orang dewasa usia 27–45 tahun, vaksinasi dapat dipertimbangkan melalui keputusan bersama dengan tenaga kesehatan.
Selain vaksinasi, penggunaan kondom secara konsisten dan benar dapat menurunkan risiko penularan HPV, meskipun tidak memberikan perlindungan sepenuhnya karena virus dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom.
Kesadaran Menjadi Kunci
HPV memang sering dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh dan sebagian besar infeksi akan hilang dengan sendirinya. Namun, infeksi yang menetap dapat berkembang menjadi kondisi prakanker dan kanker tertentu.
Karena itu, pemahaman mengenai HPV perlu dibangun sebagai tanggung jawab bersama antara pria dan perempuan. Pria tidak hanya menjadi pihak yang berisiko terkena HPV, tetapi juga dapat berperan dalam penularannya kepada pasangan.
Dengan edukasi, vaksinasi, perilaku seksual yang lebih aman, serta pemeriksaan kesehatan sesuai rekomendasi tenaga medis, upaya pencegahan HPV dapat dilakukan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....