Dari Dana Kampung, Mimika Gerakkan Perlawanan terhadap AIDS, TB dan Malaria

  • 20 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat kemitraan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui Forum Penguatan Kemitraan Lintas Sektor Tingkat Kampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Diana Timika, Kamis, 20 Agustus 2026.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan pemukulan tiva . Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa, persoalan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama. Menurutnya, ketiga penyakit tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan individu dan keluarga, tetapi juga memengaruhi produktivitas masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan daerah.

"Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria membutuhkan komitmen yang kuat, kerja keras yang berkesinambungan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen dari tingkat kampung sampai tingkat kabupaten," ujar Emanuel.

Emanuel menegaskan, pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut dan berharap pertemuan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Forum kemitraan diharapkan mampu menyatukan data, menyelaraskan program, memperkuat koordinasi, serta menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah kampung melalui pemanfaatan dana kampung untuk mendukung program kesehatan. Menurutnya, anggaran kampung tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.

"Tanah kampung ini juga bisa digunakan, malah diharapkan untuk kegiatan yang sifatnya menyangkut hajat hidup orang. Yang kita bahas hari ini adalah pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis dan juga malaria," katanya.

Emanuel meminta kepala distrik dan kepala kampung bersama puskesmas memastikan program kesehatan mendapat perhatian dalam perencanaan dan penganggaran. Ia menilai intervensi kesehatan harus dimulai dari tingkat kampung melalui promosi kesehatan, pencegahan, penemuan kasus secara dini, pendampingan masyarakat, serta penguatan lingkungan yang sehat.

Sementara itu, Ketua Panitia Fransiska Rahmawati yang juga merupakan Program Koordinator Adinkes Provinsi Papua Tengah menjelaskan, forum tersebut diikuti 51 peserta yang berasal dari Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, pendamping kampung, distrik, puskesmas, dan kepala kampung. Kegiatan ini bersumber dari dukungan Global Fund.

"Pertemuan ini bertujuan untuk merevitalisasi forum kemitraan melalui surat keputusan pemerintah daerah, membangun kesepakatan atau komitmen bersama secara tertulis dari tingkat kabupaten sampai kampung atau kelurahan, serta mendorong adanya dukungan anggaran kampung untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis dan malaria," jelas Fransiska.

Fransiska menambahkan, forum juga mendorong pelaksanaan koordinasi setiap tiga bulan sebagai bentuk komitmen bersama dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Kesehatan, dan Koordinator Pendamping Kampung Kabupaten Mimika, serta diskusi antara distrik, puskesmas, dan kepala kampung untuk menyusun langkah pengendalian penyakit secara terpadu.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....