Boven Digoel Siapkan BLUD Perdana untuk Puskesmas Tahun 2026

  • 20 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Adolof Andatu, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas pelaksanaan Workshop Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada fasilitas kesehatan yang digelar di Horison Diana Hotel, Rabu 20 mei 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk mempelajari penerapan BLUD yang belum pernah dilakukan sebelumnya di daerahnya.

Adolof mengatakan, pihaknya sengaja mengikuti workshop tersebut karena informasi mengenai BLUD dinilai sangat penting untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan di Boven Digoel. Ia menyebut, melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, pihaknya dapat memperoleh gambaran awal mengenai tahapan dan proses penerapan BLUD pada fasilitas kesehatan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Boven Digoel saat ini memiliki 20 puskesmas dan 16 puskesmas pembantu (Pustu). Meski demikian, kondisi geografis wilayah yang didominasi daerah perbatasan dan pedalaman masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan layanan kesehatan. Karena itu, pihaknya belum berfokus pada penambahan jumlah puskesmas, melainkan pengembangan fasilitas yang sudah ada.

Menurut Adolof, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berencana mulai menerapkan BLUD pada satu puskesmas di wilayah perkotaan pada tahun 2026. Langkah tersebut akan menjadi tahap awal sebelum pengembangan lebih lanjut di fasilitas kesehatan lainnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman masih menghadapi persoalan keamanan dan akses transportasi. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni kondisi keamanan di wilayah Korowai yang sebelumnya sempat terjadi insiden penembakan pesawat pilot. Situasi tersebut membuat sejumlah tenaga kesehatan dari empat distrik harus ditarik demi alasan keselamatan.

Selain faktor keamanan, akses menuju kampung-kampung terpencil juga masih sangat sulit. Beberapa petugas kesehatan bahkan harus berjalan kaki selama berminggu-minggu untuk menjangkau masyarakat di pedalaman. Kondisi itu berdampak pada keterlambatan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Adolof menyebut Kabupaten Boven Digoel telah memiliki delapan dokter spesialis, di antaranya spesialis obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, forensik, dan bedah. Sementara jumlah tenaga kesehatan secara keseluruhan mencapai sekitar 370 orang, termasuk dokter dan tenaga medis lainnya.

Ia berharap melalui pembelajaran dari Kabupaten Mimika, penerapan BLUD di Boven Digoel dapat berjalan secara bertahap dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....