Kasus HIV/AIDS di Papua Tengah Menembus 23 Ribu
- 26 Okt 2025 19:54 WIB
- Nabire
KBRN,Nabire: Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah, Freny Anouw, mengungkapkan bahwa jumlah kasus HIV dan AIDS terus meningkat dan telah menembus 23.188 ribu hingga Juni 2025.
Di langsir dari Tribun Papua Tengah bahwa Jumlah tersebut, kata Freny, merupakan hasil rekap triwulan pertama tahun 2025 dan belum termasuk triwulan berikutnya.
Ia merincikan sebaran kasus tertinggi tercatat di Kabupaten Nabire dengan 10.705 kasus, disusul Mimika 8.021 kasus, Paniai 2.480 kasus, Puncak Jaya 949 kasus, Dogiyai 689 kasus, Deiyai 263 kasus, Puncak 67 kasus, dan Intan Jaya 14 kasus.
"Dengan lonjakan kasus ini maka kami (KPA) menilai perlunya memperkuat kerja KPA di tingkat kabupaten di Provinsi Papua Tengah," katanya di Kantor KPA Papua Tengah, Nabire, Sabtu (25/10/2025).
Pada kesempatan itu, Ia juga meminta enam kabupaten di Papua Tengah segera melakukan pelantikan pengurus KPA agar bisa bekerja efektif di daerah masing-masing.
“Enam kabupaten harus segera melantik pengurus KPA agar bisa bergerak cepat melakukan pencegahan dan edukasi,” ujar Freny.
Freny pun mencontohkan, tingginya kasus di Nabire dan Mimika karena masyarakat masih menganggap HIV dan AIDS hal biasa sehingga terlambat memeriksakan diri.
Menurutnya, jika kabupaten lain mengabaikan pencegahan, maka peningkatan kasus serupa bisa terjadi.
“Kita harus belajar dari Nabire dan Mimika. Kalau tidak waspada, angka bisa naik tajam,” tegasnya.
Freny mengapresiasi dua kabupaten yakni Paniai dan Deiyai, yangi telah melantik pengurus KPA.
KPA Paniai bahkan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah pihak dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Lebih lanjut, penguatan kelembagaan KPA sejalan dengan visi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, untuk mewujudkan Papua Tengah Terang dan generasi bebas HIV dan AIDS.
“Kerja KPA adalah menyelamatkan generasi kita. Sudah saatnya semua pihak terlibat dalam pencegahan dan penanganan HIV dan AIDS,” kata Freny.
"Kami berharap seluruh kabupaten segera melantik pengurus agar program penanggulangan HIV dan AIDS berjalan maksimal," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....