Upaya Pemerintah Daerah Nabire Eliminasi Malaria Tahun 2030
- 28 Apr 2026 18:08 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Setiap tanggal 25 April diperingati Hari Malaria Sedunia, tahun 2026 mengusung tema yakni, Driven To End Malaria : Now We Can, Now We Must atau Bertekad Mengakhiri Malaria : Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus. Fokus utama adalah mempercepat inovasi, pendanaan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai target eliminasi malaria.
Pada tahun 2025, Kasus malaria tersebar di semua kabupaten di Provinsi Papua Tengah, dengan total mencapai 205.068 kasus. Dari total Kasus malaria tersebut, Kabupaten Nabire menempati urutan kedua, yakni 8.744 kasus setelah Kabupaten Mimika, yakni 190.597 kasus malaria.
Berbagai upaya, baik Pemerintah Provinsi Papua Tengah atau pun Pemerintah Kabupaten, termasuk Kabupaten Nabire. Pembagian kelambu berinsektisida, Sosialisasi, pembekalan para kader dan tenaga kesehatan dan berbagai upaya lainnya kepada masyarakat umum atau pun para pelajar di sekolah-sekolah.
Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Denius Lambey, S.KM., M.Kes, mengatakan Dinas Kesehatan Nabire melakukan berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi jumlah kasus malaria di Kabupaten Nabire.
"Upaya yang kami lakukan seperti pembagian kelambu berinsektisida, pembekalan kader dan tenaga kesehatan yang bertugas hingga ke berbagai daerah pelosok untuk mengedukasi masyarakat agar terhindar dari penyakit malaria," ujar Alfred Lambey saat hadir di Studio Programa 1 RRI Nabire, pada acara Talk Show Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kabupaten Nabire, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, penanganan pasien malaria saat ini sudah semakin maju, penanganan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dibekali pengetahuan tentang malaria secara baik. Pasien dipastikan malaria melalui prosedur pemeriksaan, termasuk pemeriksaan darah. "Pasien akan diperiksa darahnya untuk memastikan penyakit yang diderita, pemeriksaan sampel darah dapat menunjukan apakah pasien terkena malaria atau tidak," ucapnya.
Alfred Lambey berharap, masyarakat turut serta dalam program eliminasi malaria hingga Tahun 2030. Menurutnya, Masyarakat dapat berperan menjaga lingkungan tempat tinggal yang bersih, melakukan kegiatan 3M, menutup dan menguras penampung air, vas bunga dan lainnya, mendaur ulang, termasuk menimbun atau membuang sampah yang dapat menampung air yang dapat menjadi sarang nyamuk, peran serta masyarakat akan sangat membantu dalam terwujudnya eliminasi malaria di Kabupaten Nabire pada tahun 2030.
Talk Show Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Nabire, mengusung tema : Mari Kita Wujudkan Nabire Bebas Malaria : Sinergi Pemerintah, Pendidikan dan Masyarakat. Selain Kasie P2PM Dinas Kesehatan Nabire, Alfred Lambey, Talk Show tersebut juga dihadiri Narasumber lainnya, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang S.Pd., M.Pd dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, MM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....