26 September, Sejarah Hari Penghapusan Total Senjata Nuklir
- 29 Sep 2026 12:19 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir diperingati setiap 26 September sebagai inisiatif PBB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai ancaman senjata nuklir.
- PBB menempatkan perlucutan senjata nuklir sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda perlucutan senjata global.
- Sejak 1946, melalui resolusi pertamanya, Majelis Umum PBB telah menetapkan penghapusan senjata atom dan senjata pemusnah massal lainnya sebagai tujuan penting organisasi.
RRI.CO.ID, Nabire - Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir atau International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons diperingati setiap 26 September. Peringatan ini ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai ancaman senjata nuklir sekaligus mendorong upaya internasional menuju penghapusan total senjata nuklir. PBB menempatkan perlucutan senjata nuklir sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda perlucutan senjata global.
Sejarah perjuangan PBB terhadap penghapusan senjata nuklir telah dimulai sejak awal berdirinya organisasi tersebut. Pada 1946, melalui resolusi pertamanya, Majelis Umum PBB telah menempatkan penghapusan senjata atom dan senjata pemusnah massal lainnya sebagai salah satu tujuan penting. Pada 1959, Majelis Umum kembali menegaskan tujuan perlucutan senjata secara umum dan menyeluruh.
Momentum penting terjadi pada 26 September 2013, ketika Majelis Umum PBB menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi mengenai perlucutan senjata nuklir di New York. Pertemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Resolusi 68/32 yang disahkan pada Desember 2013. Resolusi itu menetapkan 26 September sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir dan mendorong dimulainya perundingan mengenai konvensi komprehensif terkait senjata nuklir.
Peringatan pertama Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir berlangsung pada September 2014. Melalui peringatan tersebut, negara-negara anggota PBB, lembaga internasional, masyarakat sipil, akademisi, parlemen dan media didorong meningkatkan edukasi publik mengenai ancaman senjata nuklir serta pentingnya perlucutan senjata. PBB juga menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk mendorong keterlibatan masyarakat internasional dalam mewujudkan dunia bebas senjata nuklir.
Pada 2026, PBB kembali memperingati 26 September sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir. Dalam pesan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, peringatan tahun ini menyoroti meningkatnya perhatian terhadap risiko bencana nuklir, ketegangan internasional, modernisasi persenjataan nuklir dan tantangan dalam upaya perlucutan senjata. Guterres menyerukan penguatan dialog, diplomasi dan komitmen terhadap perlucutan senjata nuklir.
Melalui peringatan 26 September, masyarakat internasional kembali diingatkan bahwa upaya perlucutan senjata nuklir membutuhkan kerja sama, dialog dan komitmen multilateral. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan publik mengenai dampak kemanusiaan senjata nuklir serta cita-cita bersama membangun dunia yang lebih aman dan bebas dari senjata nuklir. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....