Gangguan Sinyal Kapal Perparah Ketidakpastian Hormuz
- 30 Mar 2026 01:38 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Gangguan elektronik dan praktik mematikan sistem pelacakan kapal memperburuk ketidakpastian lalu lintas di Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, sejumlah kapal memilih menonaktifkan transponder Automatic Identification System (AIS) saat melintasi wilayah berisiko tinggi, sehingga menyulitkan pemantauan secara real-time.
Akibatnya, jumlah kapal yang melintas kerap terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya dan baru terdeteksi setelah data tertunda tersedia.
Selain itu, praktik spoofing atau pemalsuan lokasi kapal juga menjadi tantangan dalam memastikan keakuratan data pelacakan di kawasan tersebut.
| Baca juga: Gangguan Laut Merah Tekan Perdagangan Dunia |
Kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran bahkan tercatat tetap beroperasi dengan rata-rata aliran sekitar 1,6 juta barel per hari, meskipun tanpa mengaktifkan sinyal pelacakan.
Dalam beberapa kasus, kapal baru mengaktifkan kembali sistem pelacakan setelah mencapai wilayah yang lebih aman seperti Selat Malaka, beberapa hari setelah keluar dari Teluk Persia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transparansi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz semakin menurun, sehingga meningkatkan risiko serta ketidakpastian bagi perdagangan energi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....