Kemdiktisaintek Kaji Kebutuhan Pendidikan Tinggi Gratis

  • 30 Sep 2026 18:39 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan langkah strategis untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pendidikan negeri gratis hingga jenjang perguruan tinggi. Kemdiktisaintek telah melakukan penghitungan kebutuhan pembiayaan sebagai bagian dari kajian untuk menyusun kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.

Dilansir dari website Kemdiktisaintek, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa arahan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengkaji kebutuhan standar pembiayaan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Penghitungan dilakukan sebagai dasar untuk melihat kebutuhan anggaran dan berbagai kemungkinan skema penerapan pendidikan tinggi gratis.

Kemdiktisaintek juga memetakan kondisi masing-masing PTN, termasuk kebutuhan setiap perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa. Hasil penghitungan dan pemetaan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skema serta tahapan implementasi kebijakan.

“Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” ujar Menteri Brian.

Pemerintah selanjutnya akan melihat kemungkinan penerapan kebijakan tersebut secara menyeluruh maupun melalui tahapan. Apabila seluruh prasyarat memungkinkan, penerapan secara langsung dapat dipertimbangkan. Namun, apabila diperlukan penyesuaian, pemerintah juga menyiapkan kemungkinan penerapan secara bertahap.

“Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat penahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan,” kata Menteri Brian.

Menurut Kemdiktisaintek, proses penghitungan masih dilakukan untuk memastikan kebijakan yang disiapkan memiliki basis data yang memadai. Pemetaan mencakup kebutuhan masing-masing kampus dan jumlah mahasiswa sehingga kebutuhan pembiayaan dapat dihitung secara lebih komprehensif.

Kajian tersebut juga mempertimbangkan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan tinggi di seluruh PTN. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan perguruan tinggi dalam menjalankan layanan pendidikan.

Dalam perluasan akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek turut mengevaluasi berbagai instrumen dukungan pendidikan yang telah berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah. Berbagai opsi tersebut dikaji untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi tidak mampu, tetap memiliki akses terhadap pendidikan tinggi.

“Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu,” tutur Menteri Brian.

Menteri Brian juga menyampaikan bahwa mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga 4 di PTN telah mendapatkan dukungan beasiswa. Sementara itu, kelompok mahasiswa yang memperoleh afirmasi dengan kontribusi biaya sangat rendah hingga tanpa biaya disebut mencapai lebih dari 28 persen di PTN.

Kemdiktisaintek akan terus mematangkan penghitungan dan pemetaan sebelum melaporkan hasil kajian kepada Presiden. Rencana pendidikan negeri gratis tersebut masih berada dalam tahap kajian, dengan skema dan tahapan implementasi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan riil perguruan tinggi, jumlah mahasiswa, kemampuan pembiayaan negara, serta kondisi yang memungkinkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....