Pendaftaran Beasiswa IASP 2027 Dibuka untuk Dosen Indonesia

  • 30 Sep 2026 18:38 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka pendaftaran Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) tahun 2027. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi dosen perguruan tinggi Indonesia melalui pendidikan jenjang doktor di perguruan tinggi Austria.

Dilansir dari website Kemdiktisaintek, IASP merupakan program beasiswa pendidikan jenjang doktor di perguruan tinggi Austria bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek. Pendaftaran program IASP 2027 dibuka bagi dosen yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Program beasiswa tersebut diselenggarakan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek. IASP menjadi salah satu program yang tercantum dalam program peningkatan kualifikasi dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi.

Dosen yang berminat mengikuti program IASP 2027 dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman Kualifikasi Dikti. Pada laman tersebut, pelamar perlu memilih menu beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme atau IASP.

Berdasarkan informasi pendaftaran, batas waktu pengajuan beasiswa IASP 2027 ditetapkan paling lambat 1 Maret 2027. Dosen yang berminat perlu memastikan kelengkapan persyaratan sebelum mengajukan pendaftaran.

Informasi mengenai program beasiswa juga dapat diperoleh melalui laman resmi grants.at, yang merupakan portal informasi program beasiswa dan pendanaan pendidikan di Austria. Pelamar dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengetahui ketentuan program dan perguruan tinggi tujuan.

Selain itu, informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek melalui alamat surat elektronik bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.

Kemdiktisaintek sebelumnya juga menyelenggarakan IASP sebagai program beasiswa doktoral bagi dosen perguruan tinggi Indonesia. Pada pelaksanaan tahun 2026, program tersebut mencantumkan sejumlah persyaratan, antara lain status sebagai dosen tetap, kepemilikan NIDN atau NUPTK, serta persyaratan akademik dan dokumen pendukung lainnya.

Melalui program IASP, pengembangan kualifikasi dosen diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia perguruan tinggi. Program ini juga menjadi bagian dari kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Austria dalam pengembangan sumber daya akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....