Kemdiktisaintek Siapkan Skema Pendidikan Tinggi Gratis
- 30 Sep 2026 18:38 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pendidikan negeri gratis dengan menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan sejumlah opsi skema pelaksanaan pendidikan tinggi gratis. Langkah tersebut menjadi bagian dari kajian pemerintah untuk menyusun kebijakan yang terukur dan dapat dilaksanakan.
Dilansir dari website Kemdiktisaintek, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek telah menghitung kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi sekaligus memetakan berbagai kemungkinan penerapannya. Penghitungan tersebut dilakukan sebagai bahan untuk melihat kebutuhan dan konsekuensi dari masing-masing skema di perguruan tinggi negeri atau PTN.
Sejumlah opsi disiapkan untuk dibahas dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 23 September lalu. Opsi tersebut mencakup kemungkinan penerapan dengan cakupan tertentu maupun secara bertahap, termasuk mempertimbangkan mahasiswa baru dan kelompok mahasiswa berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
“Kita melihat keinginan Presiden sangat kuat ingin menginvestasikan pada pendidikan. Ini yang kami sedang lakukan perhitungannya, karenanya hari ini ada rapat untuk membicarakan skema-skema, tahapan-tahapan, dan lain-lainnya,” ujar Menteri Brian.
Dalam pembahasan tersebut, Kemdiktisaintek membawa hasil penghitungan dan pemetaan sebagai bahan untuk menentukan desain kebijakan. Penghitungan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan mahasiswa, tetapi juga jumlah mahasiswa, karakteristik PTN, serta keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Menteri Brian menjelaskan terdapat beberapa alternatif yang masih dipertimbangkan pemerintah. Pendidikan tinggi gratis dapat dirancang dengan cakupan lebih luas maupun melalui tahapan tertentu, termasuk kemungkinan dimulai dari mahasiswa baru atau kelompok mahasiswa berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
“Ada beberapa perhitungan, bisa semua siswa, bisa PTN, kemudian bisa barangkali tahapannya seperti yang mahasiswa baru dahulu, atau yang desil 4 dahulu,” ungkap Menteri Brian.
Menurut Menteri Brian, setiap alternatif memiliki kebutuhan pembiayaan dan konsekuensi pelaksanaan yang berbeda. Karena itu, pemerintah melakukan penghitungan terhadap seluruh opsi untuk melihat kesesuaiannya dengan ruang fiskal negara.
“Nanti semuanya akan kita exercise, mana yang paling fit dengan kondisi fiskal kita, ruang fiskal kita,” ujar Menteri Brian.
Rapat terbatas tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta jajaran Kabinet Merah Putih. Pembahasan melibatkan sejumlah kementerian terkait untuk membahas pilihan kebijakan, kebutuhan pembiayaan, dan tahapan implementasi pendidikan negeri gratis.
Sebelumnya, Kemdiktisaintek juga telah menghitung kebutuhan standar pembiayaan mahasiswa di seluruh PTN serta memetakan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa. Hasil kajian tersebut menjadi bahan dalam penyusunan kemungkinan penerapan pendidikan tinggi gratis secara menyeluruh maupun bertahap.
Kemdiktisaintek selanjutnya akan mematangkan penghitungan dan skema bersama kementerian serta lembaga terkait, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai koordinator dan pemimpin Tim Khusus.
Berdasarkan informasi Kemdiktisaintek, hasil analisis dan perumusan skema oleh Tim Khusus selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu setelah pembahasan tersebut. Proses kajian masih mempertimbangkan kebutuhan riil perguruan tinggi, sasaran penerima manfaat, kemampuan pembiayaan negara, serta tahapan penerapan kebijakan.
Dengan demikian, rencana pendidikan tinggi gratis masih berada dalam tahap penghitungan dan perumusan skema. Kemdiktisaintek masih melakukan kajian berbasis data sebelum pemerintah menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....