TNI Berhasil Evakuasi Dua Korban Penembakan di Yahukimo, Satu Korban Masih dicari

  • 24 Jul 2026 10:03 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema TNI, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, menyampaikan bahwa TNI telah berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026) pukul 17.30 WIT.

Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan, peristiwa penembakan terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIT. Korban merupakan tiga warga lokal, yakni pasangan suami istri Yentinus Kogoya dan Pam Wendakwe, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam yang identitasnya hingga kini masih belum diketahui.

"Pada tanggal 21 Juli sekitar pukul 14.00 WIT terjadi penembakan terhadap tiga orang warga lokal setempat. Korbannya adalah pasangan suami istri atas nama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakwe, serta satu orang perempuan dari Suku Unaukam yang hingga saat ini identitasnya belum diketahui," ujar Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Ia mengatakan, setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Koops Habema segera mengerahkan pasukan untuk melakukan evakuasi. Medan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Dekai disebut cukup berat dengan kondisi cuaca yang ekstrem.

Menurutnya, hingga Kamis siang, pasukan TNI berhasil menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. Dalam proses evakuasi, pasukan sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata (OPM).

"Pukul 11.20 WIT pasukan menemukan jejak darah, kemudian ditelusuri hingga pada pukul 11.40 WIT terjadi kontak tembak dengan kelompok OPM. Berkat keberanian dan tindakan yang terukur, pada pukul 11.50 WIT jenazah berhasil dievakuasi," katanya.

Mayjen Yudha mengungkapkan, kondisi kedua jenazah yang ditemukan sangat memprihatinkan. Ia menyebut korban ditemukan dalam kondisi tidak layak dan mengecam keras tindakan tersebut.

"Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, tidak manusiawi. Kami bersama Bupati Yahukimo , mengecam keras dan mengutuk tindakan biadab tersebut. Kami berharap tidak ada lagi korban masyarakat dan Papua dapat kembali damai," ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.

Dalam kesempatan tersebut, Pangkoops Habema juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, gangguan keamanan yang terjadi telah berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Selain itu, penutupan akses Bandara Balingga pasca insiden penembakan pilot beberapa waktu lalu turut menghambat distribusi logistik dan pelayanan publik di wilayah pedalaman.

Mayjen Yudha menegaskan bahwa TNI saat ini terus berupaya membuka kembali akses masyarakat serta memberikan rasa aman melalui pengamanan di berbagai fasilitas publik, termasuk bandara, jalan, dan pusat pelayanan masyarakat.

Ia juga membantah tuduhan kelompok OPM yang menyebut ketiga korban merupakan agen TNI."Tuduhan bahwa ketiga korban merupakan agen TNI tidak benar. Bagi kami, keselamatan dan keamanan masyarakat Papua menjadi perhatian utama, baik WNI maupun WNA," tegasnya.

Terkait proses evakuasi, Pangkoops Habema mengatakan TNI hanya mengerahkan dua tim dengan perlengkapan khusus agar operasi berlangsung efektif dan meminimalkan risiko terhadap masyarakat sipil.

"Kami mengerahkan sekitar dua tim dengan perlengkapan khusus. Operasi dilakukan secara efektif, efisien, dan terukur agar tidak menimbulkan korban masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, proses dari penemuan jejak darah hingga ditemukannya jenazah berlangsung sekitar 30 menit. Saat ini pasukan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata (OPM), dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Berdasarkan hasil pendalaman serta dokumentasi yang diperoleh aparat keamanan, pelaku penembakan merupakan kelompok OPM yang dipimpin Kopi Tua Heluka.

Menutup konferensi pers, Pangkoops Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menegaskan bahwa TNI mengedepankan pendekatan keamanan, kesejahteraan, dan teritorial untuk memulihkan stabilitas di Papua. "Kami mengutamakan keselamatan rakyat agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal, aman, dan damai," tutupnya. (Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....