Lima Puluh Meter di Bawah Tebing, TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Teina Alya

  • 03 Agt 2026 07:54 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Personel Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah Teina Alya, warga sipil asal Unaukam yang merupakan salah satu dari tiga korban penembakan kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo. Evakuasi dilakukan di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihak keluarga meminta bantuan kepada TNI melalui Kodim Yahukimo. Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga hendak segera memakamkan jenazah sesuai adat dan keyakinan keluarga.

"Korban atas nama Teina Alya, asal Unaukam, merupakan warga sipil yang menjadi bagian dari salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo," ujar Wirya, Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Wirya, pada 27 Juli 2026 pihak keluarga melalui Bison Male, Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, menyampaikan permohonan bantuan evakuasi kepada pihak TNI. Setelah menerima informasi keberadaan jenazah di lokasi longsoran Kali Kolof, personel Koops TNI Habema langsung menyusun rencana evakuasi dengan mempertimbangkan keamanan, kondisi medan, serta penghormatan terhadap korban.

Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan drone, jenazah ditemukan berada di dasar longsoran dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi penembakan. Koops TNI Habema menyebut kondisi tersebut mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah.

"Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM," kata Wirya.

Proses evakuasi menghadapi medan yang cukup sulit karena jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam. Kondisi tersebut membuat personel harus menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling untuk mencapai lokasi korban.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu mengamankan titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi aman dari potensi gangguan. Setelah kondisi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang.

Dengan penuh kehati-hatian dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban, jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya, jenazah diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menuju RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jenazah selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat serta keyakinan keluarga.

"Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat keamanan yang terlibat. Hal ini juga mencerminkan komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan setiap tugas secara profesional, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," jelas Wirya.

Wirya menegaskan, tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan dalam situasi darurat. Ia mengimbau seluruh pihak tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan mengajak penyelesaian persoalan melalui cara damai demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....