IHSG Menguat, Saham Astra dan Amman Mineral Jadi Penopang
- 31 Jul 2026 18:42 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Melansir dari Bloomberg Technoz, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi pertama dan bertahan di zona hijau. Pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, IHSG ditutup sementara di level 6.216 atau naik 0,48 persen, didorong oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sempat bergerak positif di level 6.219 dan menyentuh posisi tertinggi 6.236. Meski sempat terkoreksi hingga menyentuh level 6.201, indeks berhasil kembali menguat hingga akhir sesi pertama.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Saham ASII naik 4,04 persen ke posisi Rp5.150 per saham, sementara saham AMMN juga menguat 4,04 persen ke level Rp4.140 per saham. Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) turut mencatat kenaikan 5,62 persen menjadi Rp3.760 per saham.
Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi pada sesi pertama mencapai 18,67 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,11 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,13 juta kali. Sebanyak 437 saham mengalami kenaikan, 192 saham melemah, dan 159 saham bergerak stagnan.
| Baca juga: IHSG Menguat, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini |
Sejumlah sektor menjadi penopang utama penguatan IHSG, terutama sektor barang baku, perindustrian, dan properti. Ketiga sektor tersebut masing-masing mencatat kenaikan sebesar 1,92 persen, 1,25 persen, dan 1,24 persen selama sesi pertama perdagangan.
Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar. PT Astra International Tbk (ASII) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 8,18 poin, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 6,77 poin dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 5,87 poin. Saham lain yang turut menopang indeks antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), serta PT Timah Tbk (TINS).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....