IHSG Anjlok 2,42 Persen, Saham Grup Barito Jadi Pemberat

  • 30 Jun 2026 16:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,42 persen pada akhir perdagangan sesi I, Selasa, 30 Juni 2026. IHSG berada di level 5.679 setelah sepanjang sesi sempat menyentuh level terendah di 5.638.

Melansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama emiten-emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi hingga siang mencapai Rp7,52 triliun dengan volume 12,43 miliar saham dan frekuensi perdagangan sekitar 903 ribu kali transaksi. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut melemah 0,29 persen ke level Rp17.899 per dolar AS.

Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang turun 4,29 persen, disusul sektor energi sebesar 3,31 persen dan sektor perindustrian 2,67 persen. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) menjadi salah satu pemberat dengan penurunan 8,98 persen, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 7,61 persen.

Di kelompok saham Grup Barito, saham CUAN terkoreksi 6,14 persen, BREN turun 4,37 persen, BRPT dan PTRO masing-masing melemah 4,27 persen, sedangkan TPIA terkoreksi 3,21 persen.

Indeks LQ45 juga ikut tertekan dengan penurunan 2,39 persen ke level 559,29. Sejumlah saham unggulan yang mengalami pelemahan antara lain PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 6,53 persen, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 6,49 persen, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 5,67 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 5,45 persen, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 5,26 persen, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melemah 4,85 persen.

Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia justru bergerak menguat pada perdagangan siang. Indeks TW Weighted Taiwan dan KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan, disusul Shenzhen Composite, Nikkei 225, CSI 300, Topix, SET Thailand, Ho Chi Minh Stock Vietnam, KOSDAQ, KLCI Malaysia, dan Shanghai Composite. Sementara Hang Seng Hong Kong, PSEi Filipina, Straits Times Singapura, dan SENSEX India masih bergerak di zona merah.

Phillip Sekuritas Indonesia menilai sentimen positif di pasar Asia didorong putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menegaskan independensi Federal Reserve serta meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pekan ini yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....