Rupiah Menguat di Awal Perdagangan, Sentimen Global Masih Mewarnai

  • 29 Jun 2026 14:13 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin 29 Juni 2026. Mata uang Garuda terapresiasi 0,25 persen ke posisi Rp17.873 per dolar Amerika Serikat (AS), meski penguatan dolar AS masih menjadi sentimen yang memengaruhi pasar keuangan global.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan mata uang di kawasan Asia berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan, baht Thailand, dolar Taiwan, yuan China, dolar Singapura, yen Jepang, yuan offshore, dan dolar Hong Kong tercatat melemah. Sebaliknya, ringgit Malaysia dan peso Filipina justru menguat terhadap dolar AS.

Penguatan ringgit Malaysia yang mencapai 0,44 persen ditopang oleh langkah bank sentral Malaysia yang dikabarkan memperkuat arus masuk devisa. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempercepat repatriasi serta konversi pendapatan luar negeri milik perusahaan-perusahaan Malaysia ke mata uang domestik.

Di tengah penguatan rupiah pada sesi pagi, kehati-hatian investor asing terhadap aset Indonesia masih menjadi perhatian. Bloomberg melaporkan tiga bank asing terbesar di Indonesia, yakni Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC, telah merepatriasi laba sekitar Rp11,5 triliun sepanjang periode 2024–2025. Nilai tersebut disebut melampaui total laba yang dibukukan ketiga bank tersebut pada periode yang sama.

Menurut sejumlah pelaku perbankan yang dikutip Bloomberg, langkah tersebut mencerminkan upaya mengurangi eksposur terhadap Indonesia di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah serta prospek pergerakan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memperkirakan pergerakan pasar masih akan dibayangi volatilitas dalam jangka pendek. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mencapai kesepakatan final, serta meningkatnya spekulasi pasar terhadap arah kebijakan moneter yang lebih dovish dari Kevin Warsh.

Lionel memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....