IHSG Berfluktuasi di Awal Perdagangan, Investor Cermati Sentimen Pasar
- 29 Jun 2026 13:19 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Senin 29 Juni 2026. Setelah sempat dibuka menguat, indeks berbalik melemah hingga berada di level 5.864 atau turun 0,54 persen pada pukul 11.20 WIT.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, saat pembukaan perdagangan IHSG menguat 35,89 poin atau 0,61 persen ke level 5.932. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan mencapai 2,74 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,55 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 238.460 kali.
Pergerakan saham menunjukkan 342 saham menguat, 188 saham melemah, dan 191 saham lainnya bergerak stagnan. Di kawasan Asia, indeks saham bergerak bervariasi. KOSDAQ Korea Selatan, TW Weighted Index Taiwan, Hang Seng Hong Kong, dan PSEi Filipina berada di zona hijau. Sementara KOSPI, Shenzhen Composite, Nikkei 225, KLCI Malaysia, Shanghai Composite, Topix, CSI 300, dan Straits Times Singapura bergerak di zona merah.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar saat ini mencermati rencana pemerintah menginjeksi kembali Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna menjaga likuiditas perbankan. Investor juga menunggu sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini, seperti indeks PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.
Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG masih berpeluang mengalami technical rebound dengan level support di 5.860 dan resistance di 6.130. Adapun saham yang direkomendasikan meliputi KLBF, BBCA, dan MBMA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebut investor turut mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds sebagai salah satu instrumen investasi yang tengah didorong pemerintah. Namun, kebijakan tersebut juga mendapat respons beragam dari pelaku pasar karena dinilai berpotensi memengaruhi persepsi terhadap penegakan hukum di sektor keuangan.
Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.700 hingga 5.800 pada pekan ini, dengan saham pilihan ISAT, UNTR, MARK, AMRT, dan PNLF. Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia memandang pelemahan bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing menjadi sentimen negatif, meski kenaikan harga emas, timah, tembaga, dan batu bara berpotensi menjadi penopang pasar. Saham pilihan CGS meliputi BBCA, BBRI, BBNI, BFIN, UNTR, dan TBIG.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah akibat meningkatnya tensi geopolitik, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta masih derasnya arus keluar dana asing. Untuk perdagangan hari ini, Panin merekomendasikan saham BBTN, TCPI, dan ITMG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....