Kredit Perbankan Tumbuh 10,8 Persen, Modal Kerja Jadi Penopang

  • 29 Jun 2026 13:17 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pertumbuhan kredit perbankan nasional terus menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat total kredit perbankan mencapai Rp8.759 triliun atau tumbuh 10,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kredit modal kerja menjadi kontributor utama dalam menopang peningkatan tersebut.

Melansir dari Bloomberg Technoz, Bank Indonesia dalam publikasinya menyebutkan bahwa berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 7,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan 5,8 persen (yoy) pada April 2026. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan.

Selain itu, Kredit Investasi (KI) mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20,5 persen (yoy), naik dari 18,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh pembiayaan pada sektor keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta sektor transportasi dan komunikasi.

Di sisi lain, Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 5,8 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 6,0 persen (yoy) pada April 2026.

Bank Indonesia juga mencatat kredit properti tetap menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan 17,2 persen (yoy) pada Mei 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 44,6 persen (yoy), serta kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) yang tumbuh 4,7 persen (yoy). Sementara itu, kredit real estat meningkat 14,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,9 persen (yoy).

Untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan kredit mencapai 0,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan April 2026 sebesar 0,2 persen (yoy). Perbaikan tersebut terutama berasal dari kredit usaha menengah yang tumbuh 1,8 persen (yoy). Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM terutama didorong oleh kredit investasi yang meningkat 12,5 persen (yoy), meski kredit modal kerja masih mengalami kontraksi sebesar 4,5 persen (yoy).

Apabila dilihat dari golongan debitur, kredit kepada debitur korporasi tumbuh 17,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 14,5 persen (yoy) pada April 2026. Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh stabil sebesar 3,4 persen (yoy), sedangkan kredit kepada kelompok debitur lainnya masih mengalami kontraksi sebesar 10,3 persen (yoy).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....