Rupiah Tembus Rp17.789 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa
- 27 Mei 2026 02:29 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, dengan pelemahan 0,26 persen ke level Rp17.789 per dolar Amerika Serikat atau menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan rupiah terjadi selama empat hari berturut-turut meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif.
Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan juga terpantau sangat volatil. Dari posisi pembukaan Rp17.749 per dolar AS, rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp17.794 per dolar AS pada pukul 14.04 WIB.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kembali naik 3,22 persen ke level US$99,33 per barel setelah sebelumnya sempat turun sekitar 7 persen.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelangsungan distribusi energi global melalui Selat Hormuz.
Akibat situasi tersebut, mayoritas mata uang Asia bergerak di zona merah. Berikut pergerakan sejumlah mata uang Asia:
- Baht Thailand melemah paling dalam
- Ringgit Malaysia ikut tertekan
- Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar
- Won Korea Selatan justru menguat 0,81 persen
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipicu memburuknya persepsi investor terhadap kondisi ekonomi domestik Indonesia. Investor menyoroti risiko pelebaran defisit transaksi berjalan, tekanan fiskal, hingga ketidakpastian pembiayaan pemerintah.
Data Bloomberg menunjukkan investor asing mencatat aksi jual sebesar US$101,3 juta secara bulanan dan US$47,6 juta secara mingguan di pasar domestik hingga 22 Mei 2026.
Untuk meredam gejolak pasar, pemerintah melakukan intervensi dengan membeli obligasi senilai Rp2 triliun per hari di pasar sekunder. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....